Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Peringati Isra Miraj, Seni Hadrah Kolaborasi TNI-Polri Tampil Menggelora

Ada yang berbeda di acara tabligh akbar dalam rangka Isra Miraj Nabi Muhammad yang digelar Polres Lamongan di Alun-alun.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Mujib Anwar
SURYA/HANIF MANSHURI
Formasi hadrah yang dimainkan anggota TNI-Polri di acara tabliq akbar dan salawat dalam rangka Isra Miraj di Alun-alun Kota Lamongan, Kamis (26/4/2018) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Ada yang berbeda diacara tabligh akbar dan salawat dalam rangka Isra Miraj Nabi Muhammad yang digelar Polres Lamongan di Alun-alun Lamongan, Kamis (26/4/2018) malam.

Tabliqh akbar dan salawat semalam selain dihadiri oleh ribuan umat Islam dari berbagai elemen masyarakat, ada penampilan yang menggambarkan kekompakan antara anggota polri dengan TNI.

Sebelum salawat oleh sejumlah habib, acara diisi dengan hadrah penampilan kolaborasi para anggota TNI-polri.

Dalam penampilannya, para pelaku seni hadrah ini mengenakan seragam masing-masing kesatuan, dipadu dengan sal putih yang dikalungkan di pundak.

Mereka tampil kompak dan semangat menggelora. Duduk bersama dengan formasi yang menunjukkan kebersamaan antara kedua kesatuan.

Demikian juga yang melantunkan lagu-lagu banjari. Baik anggota TNI maupun anggota polri memegang peran yang adil dan sama. Termasuk pemukul alat-alat rebana.

Penampilan anggota muda TNI- polri ini cukup memukau para jamaah yang hadir. Para undangan anggota TNI dan polri juga mengenakan seragam kebesaran masing-masing.

"Hadrah, ketika dilakukan dan disatukan dengan berkolaborasi oleh anggota TNI-polri sangat indah sekal," ungkap Siti, pembawa acara yang juga anggota polri.

Usai penampilan hadrah dilanjutkan dengan ceramah agama oleh sang penceramah kocak, KH Anwar Zahid.

Kiai Zahid mengurai perjalanan perintah salat, ramadhan hingga soal mendidik anak.

Sementara itu, Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung dalam prolognya mengatakan, melalui acara yang digelarnya berharap dapat memberikan kesejukan dan pahala di akhirat kelak.

Lewat salawat bersama ini akan bisa mengikis adanya sebagian orang yang ingin memecah belah negara, baik oleh sekelompok, perorangan dan oleh negara lain."Mari menauladani Rasulullah," harapnya.

Feby optimis warga Lamongan akan mampu menciptakan situasi dan keamanan yang kondusif.

Semua pihak harus bersinergi. Feby menyadari, bahwa polri tidak bisa berbuat sendiri.

Sebagai bentuk keseriusannya, acara semalam juga dibarengi dengan deklarasi anti hoax.

"Banyak berita palsu yang pada akhirnya memecah belah negara," tegasnya. (Surya/Hanif Manshuri)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved