Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Serangan Bom di Surabaya

Cegah Paham Radikal, Khofifah Dukung Adanya Deradikalisasi dan Penanaman Nilai Toleransi

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa mengajak warga Jawa Timur untuk menjauhi paham radikal

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
ISTIMEWA
Calon gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa lakukan konsolidasi dengan relawan Baguss 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa mengajak warga Jawa Timur untuk menjauhi paham radikal dan juga mendukung adanya program deradikalisasi.

Meski begitu, cagub yang juga Ketua Muslimat NU ini menyebutkan bahwa ada cara yang lebih jitu dalam membantu paham anti radikan di Jawa Timur.

Yaitu dengan cara menanamkan sejak dini nilai-nilai toleransi, dan juga saling menghormati perbedaan.

"Saat ini memang ada program deradikalisasi, tapi itu adalah satu dari sekian banyak langkah preventif. Namun kita sebagai bangsa yang heterogen, penting rasanya untuk bisa membangun komitmen bersama untuk menjaga harmoni internal umat beragama dan diantara semua keberagaman bangsa," ucap Khofifah pada Surya, Kamis (17/5/2018).

Baca: Heboh, Kaki Manusia Menyembul, Pelaku Taburi Makam Dengan Bunga Segar di Plemahan Kediri

Dengan kondisi Indonesia yang kaya akan suku, bangsa dan etnis, maka harus ditanamkan nilai toleransi dan nilai-nilai bahwa perbedaan adalah rahmat.

Perbedaan yang ada bukan sebagai pembeda dn sumber perpecahan, melainkan sebagai sumber kekuatan.

"Posisi kita saat ini sangat butuh membangun dialog agar muncul understanding dan kesepahaman atas dinamika yang ada. Dengan adanya dialog akan muncul kesepahatam dan timbul rasa saling percaya dan tidak ada rasa curiga," kata Cagub yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak ini.

Penanaman nilai toleransi tersebut dikatakan Khofifah harus sudah ditanamkan sejak anak-anak masih duduk dibangku sekolah. Bahkan jika diperlukan menurut Khofifah sejak pendidikan usaia dini.

Baca: Mencekam, Detik-detik Densus 88 Menangkap Dua Orang Terduga Teroris di Mojokerto

"Saya rasa, dibandingkan deradikalisasi, ini lebih baik karena kalau deradikalisasi itu menghilangkan yang sudah ada potensi radikal. Nah penanaman toleransi ini dilakukan sejak golden age sehingga nilai radikal tidak sampai tersampaikan sudah dibentengi," ucap mantan Mantan Menteri Sosial ini.

Menurut Khofifah, adanya dialog, dan juga memunculkan toleransi sudah dicanangkan Khofifah-Emil dalam program Nawa Bhakti Satya. Tepatnya Jatim Harmoni. Dimana poin programnya adalah memperbanyak dialog antar umat beragama dan lintas generasi. ( Surya/Fatimatuz zahroh)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved