Serangan Bom di Surabaya

Khofifah: Ada Doktrin Masuk Surga, Anak Ikut Kata Orang Tuanya

Calon Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanggapi aksi terorisme yang mengikutsertakan anak-anak.

Khofifah:   Ada Doktrin Masuk Surga, Anak Ikut Kata Orang Tuanya
Surya/Mohammad Romadoni
Khofifah memilih tas di pedagang kaki lima Pasar Legi Mojosari. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Calon Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanggapi aksi terorisme yang mengikutsertakan anak-anak.

Sebagai mantan Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah begitu prihatin terhadap pelaku teroris satu keluarga turut melibatkan anak-anaknya yang tidak mengerti apa-apa itu.

"Begini, yang kita lihat ini (aksi terorisme) anak tidak sendirian ada orang tuanya.Jadi kalau ada doktrin kita sama-sama masuk surga, sebetulnya anak kan pada posisi ikut apa kata orang tuanya, " ujar Khofifah usai berkunjung di Pasar Legi Mojosari Mojokerto, Jumat (18/5/2018).

Khofifah mengatakan selain orang tua apapun yang bersangkutan dengan anak-anak selain akan turut ditentukan oleh peran lembaga pendidikan.

Baca: Bajuri Ayah Terduga Teroris NU Asal Jombang Berharap Anaknya Dipulangkan Jika Tak Terlibat

Karena itulah, dia mencontohkan terkait hasil metode penelitian suryei dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengkritisi kondisi anak-anak di lembaga pendidikan era mileneal ini.

Kata Khofifah, penelitian survei itu adalah skala nasional di lembaga pendidikan pada 36 provinsi.

"Hasilnya menemukan adanya penurunan toleransi yang cukup signifikan, ada permakluman terhadap kekerasan di lembaga pendidikan," bebernya.

Baca: Penyerahan Tiga Jenazah Pelaku Bom Sidoarjo di RS Bhayangkara Super Ketat dan Tertutup

"Sedih rasanya kami mengetahui hal ini namun kenyataannya memang seperti itu," imbuhnya.

Menurut dia, sudah sepatutnya lembaga pendidikan, peran orang tua, guru dan pendidikan saling berseiring untuk mengarahkan anak didiknya.

Disisi lain, secara faktual Indonesia merupakan bangsa yang heterogen di mana perlu bersama-sama mencari solusinya terhadap kekerasan dan intoleransi dari survei tersebut.

Masih kata Khofifah, terkait penanganan terhadap anak yang orang tuanya terduga teroris, yang harus dilakukan adalah kalau dulu ada juri penerangan agama sehingga ustad biasanya pengajian akan menjadi penting untuk menyampaikan pesan agama yang sesuai.

Pihaknya mengajak untuk bersama-sama menjaga NKRI dengan penuh harmoni sebagai kekayaan bangsa ini.

"Tugas kita semua membangun toleransi membangun kerukunan antar umat beragama. Mari tetap menjaga suasana tetap guyup rukun, menjadikan keberagaman menjadi kekayaan Indonesia," pungkasnya. (Surya/ Mohammad Romadoni)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help