Home »

Jatim

Dijebloskan ke Penjara Karena Cabuli Muridnya, Oknum Guru di Lamongan ini Malah Tersenyum

Oknum guru cabul ini malah tersenyum saat mau dijebloskan ke penjara karena mencabuli anak didiknya.

Dijebloskan ke Penjara Karena Cabuli Muridnya, Oknum Guru di Lamongan ini Malah Tersenyum
SURYA/HANIF MANSHURI
Oknum guru cabul saat diapit dua polisi Polres Lamongan ketika mau dibawa ke Kantor Kejari Lamongan, Selasa (22/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Oknum guru yang terjerat kasus hukum harus mendekam di penjara karena mencabuli anak didiknya sendiri terus bertambah.

Setelah Alief Abdul Haris, Kepala Sekolah SMK swasta di Made Lamongan mendekam di Lapas dan harus menjalani hukuman selama 10 tahun.

Kali ini seorang oknum guru salah satu madrasah di Kecamatan Pucuk, Arif Budiman giliran menyusulnya.

Setelah kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lamongan, Arif langsung dijebloskan ke tahanan Lapas Lamongan, jalan Soemargo, Selasa (22/5/2018).

Cerai dari Istrinya, Tiga Duda ini Lampiaskan Rasa dengan Perkosa Seorang Siswi SMP Selama Tiga Hari

Berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri bersama tersangka.

Dengan mengenakan baju batik warna coklat, Arif yang didampingi penasihat hukumnya tetap mengumbar sanyum sejak keluar dari ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Bahkan saat diabadikan dengan diapit polwan dan polki, Arif tetap saja tersenyum. Namun senyumnya memudar saat dia di Kejari Lamongan.

Di kantor Kejari wajahnya berubah total. Raut wajahnya nampak bingung dan kecut, Lantaran Kasi Pidana Umum, Adhi Setyo Prabowo membuat keputusan berani, menahan Arif Budiman dan langsung dibantar ke Lapas kelas II B.

Jelang Puasa, 3 Pasang Remaja ini Lagi Asyik di Kamar Kos, Belasan Kondom Ditemukan Berceceran

Ditanya terkait keputusan Kajari yang menahan dirinya, Arif sama sekali tidak menjawab sepatah katapun.

Sesekali tersenyum meski tetap bungkam tak mau menjawab pertanyaan wartawan.

Halaman
123
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help