Lho, Kasus Dugaan Korupsi Kepala DLH magetan Sebesar Rp 7,8 M di SP3, Ada Apa?

Kejaksaan Negeri Kejari Magetan terbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Bambang Setiawan "Bobo" mantan Kepala DLH

Lho, Kasus Dugaan Korupsi Kepala DLH magetan Sebesar Rp 7,8 M di SP3, Ada Apa?
SURYA/DONI PRASETYO
Kejari Magetan Geledah Bappeda 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan terbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Bambang Setiawan "Bobo" mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tersangka dugaan korupsi senilai Rp 7,8 miliar.

Bahkan, tersangka ini sudah dibebaskan dari penahanan sebelum terbitnya SP3 itu, lebih tiga bulan lalu.

"Untuk perkara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dengan tersangka BS (Bambang Setiawan) sudah positip kami terbitkan SP3 Mas, ini setelah alat bukti yang kami sangkakan tidak mencukupi untuk dapat membuktikan kesalahan tersangka ato pelaku,"kata Kepala Kejaksaan Negeri Magetan Atang Pujiyanto kepada Surya, Selasa (22/5-2018).

Namun, lanjut Atang, meski sudah terbit SP3, untuk kasus 112 kegiatan dengan nilai Rp 7,8 miliar yang mentersangkakan Bambang Setiawan, saat itu Kepala DLH, perkara itu sewaktu waktu dapat dibuka kembali.

Baca: Kecelakaan di Ngagel yang Tewaskan Dua Suporter Sepak Bola, Begini Dugaan Polisi

"Meski kami (Kejaksaan) sudah terbitkan SP3, tapi kasus itu bisa dibuka kembali, bila penyidik memperoleh cukup bukti untuk melanjutkan kasus dugaan korupsi itu,"imbuh Kajari Atang Pujiyanto.

Bambang Setiawan "Bobo" ini ditetap sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit dengan item sebanyak 112 paket, total anggaran tahun 2016 itu senilai Rp 7,8 miliar, Kamis (23/11/2017) lalu.

Waktu itu, dari 112 paket, Tim Penyidik yanga dipimpin Kasi Pidsus Kejari setempat Ahmad Taufik Hidayat, sementara fokus
ke enam proyek, termasuk pengadaan bibit tanaman untuk vertikal garden, taman kota atau sekitar pendopo kabupaten.

Dari keenam proyek atau kegiatan itu, Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), menemukan adanya kerugian negara, dan temuan penyidikan Kejaksaan itu sama dengan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

Namun sekitar bulan Januari 2018, dengan masih menyandang status tersangka, Bambang Setiawan "Bobo" dibebaskan dari tahanan Kejaksaan Negeri setempat.

"Daripada kita di gugat, lebih baik sementara Kepala DLH kami bebaskan, dan nanti kalau sudah menemukan bukti bukti cukup untuk melanjutkan penyidikkan akan kita tahan kembali," kata Kajari Atang Pujiyanto saat itu.

Baca: Calon Mahasiswa yang Daftar ke Unej Memludak, Fakultas Kedokteran Paling Diserbu

Sementara Unit Tipikor Polres Magetan saat ini menetapkan status tersangka (TSK) kepada kedua pejabat DLH Kabupaten Magetan dan seorang Dirut CV, kolega kedua pejabat untuk proyek tenaga kerja "outsourcing" di Dinas Lingkungan Hidup.

"Mohon maaf, kami belum bisa memberikan identitas ketiga tersangka. Yang pasti dari ketiga TSK itu dua dari pejabat di DLH dan seorang koleganya.Tunggu saja, setelah kami lengkapi, akan kami rilis," kata Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni, Selasa (22/5-2018). (Surya/ Doni Prasetyo).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved