Tiga Mahasiswa ITS Berhasil Ubah Gas Beracun Jadi Gas Ramah Lingkungan Lewat Reaktor Katalitik

Reaktor katalitik ini dipasang pada knalpot kendaraan, disusun sedemikian rupa, sehingga model bodi knalpot juga terlihat bagus.

Tiga Mahasiswa ITS Berhasil Ubah Gas Beracun Jadi Gas Ramah Lingkungan Lewat Reaktor Katalitik
ISTIMEWA
Alvin Rahmad Widiyanto, Ulva Tri Ita Martia, dan Rahadian Abdul Rahman, ciptakan alat yang bisa ubah gas beracun jadi gas ramah lingkungan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tidak bisa dipungkiri jumlah kendaraan yang kian bertambah juga meningkatkan jumlah polusi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar kendaraan (polutan).

Di tangan tiga orang mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Alvin Rahmad Widiyanto, Ulva Tri Ita Martia, dan Rahadian Abdul Rahman, gas beracun hasil pembakaran bahan bakar kendaraan (polutan) disulap menjadi gas yang aman dan layak buang.

Baca: Inilah Sejumlah Jalur Blackspot yang Perlu Diwaspadai Saat Mudik dan Balik

Polusi atau gas beracun yang dimaksud ini merupakan gas pemicu utama terjadinya gangguan atau penyakit pernapasan, seperti karbonmonoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon.

“Jika tidak ditangani lebih lanjut, maka keberadaan gas-gas tersebut akan semakin meruah di alam, karena aktivitas manusia yang tak luput dari kendaraan,” ujar Alvin selaku ketua tim, Selasa (12/6/2018)

Guna mengatasi masalah tersebut, Alvin dan timnya berpikir untuk menciptakan katalitik konverter.

Katalitik konverter merupakan reaktor atau tabung kecil yang berisikan lempengan kawat tembaga dan senyawa kimia padatan, katalis berupa Zeolit-NaY/MnO2.

Baca: Tanda Tangan Donald Trump dan Kim Jong Un Dianalisis Para Pakar Bedah, Kepribadian Keduanya Mirip?

“Gas karbondioksida sebagai bahan fotosintesis bagi tumbuhan, nitrogen untuk daya dukung kesuburan tanah, uap air dan ion sulfat sebagai produk yang aman bagi lingkungan,” jelas Ulva, satu dari anggota tim.

Reaktor katalitik ini dipasang pada knalpot kendaraan, disusun sedemikian rupa, sehingga model bodi knalpot juga terlihat bagus.

Dari hasil pengujiannya, menunjukkan efiensi konverter yang sangat bagus, yaitu 92,18 persen.

“Artinya, sebanyak 92,18 persen kadar gas beracun yang telah berhasil diubah atau direduksi menjadi gas tidak beracun,” imbuh Ulva.

Baca: Resmi Beroperasi, Intip 5 Fasilitas First Class di Kereta Sleeper PT KAI, Dijamin Betah!

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help