Didemo Warga Tuban dan Akses ke Perusahaan di Blokir, Begini Tanggapan PT Semen Indonesia Logistik

Pihak PT Semen Indonesia Logistik akhirnya beri tanggapan serius menyikapi demo warga Tuban.

Didemo Warga Tuban dan Akses ke Perusahaan di Blokir, Begini Tanggapan PT Semen Indonesia Logistik
SURYA/M SUDARSONO
Aksi warga Tuban saat menggelar unjuk rasa di depan kantor PT Semen Indonesia Logistik, Selasa (3/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pihak PT Semen Indonesia Logistik akhirnya menemui perwakilan warga Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang menggelar unjuk rasa di depan kantor mereka, Selasa (3/7/2018).

Biro Pengelolaan Aset dan umum PT Semen Indonesia Logistik Heru Sarjono mengatakan, pihaknya menerima tuntutan yang disampaikan warga Desa Socorejo dalam aksi yang digelar di depan kantornya.

Setelah para pengunjuk rasa diterima, dan turut dihadiri perangkat desa, akhirnya baik pihak perusahaan dan warga bersepakat mengambil solusi bersama.

"Untuk rekruitmen tenaga kerja nanti akan kita sampaikan ke ring satu perusahaan, secara khususnya lewat Kepala Desa," ujarnya.

Baca: BREAKING NEWS - PT Semen Indonesia Logistik di Tuban Didemo Warga

Baca: Truk Semen Gresik Tabrak Pejalan Kaki, 3 Motor Lalu Hantam Tronton di Tuban

Menurut Heru, mengenai dua warga yang dipindah tugaskan di Rembang, dia memastikan keduanya akan kembali bekerja di Tuban, sesuai permintaan demonstran dalam hal ini Karang Taruna.

Sedangkan untuk pencemaran lingkungan juga sudah dibahas dengan pihak desa, solusinya sudah ada. Kalau untuk oli bekas mobil, nanti akan kembali diberikan kepada nelayan.

"Sudah tidak ada masalah, kita sudah bahas tadi secara bersama. Ada pihak perusahaan, warga, dan juga kepala desa," tegas Heru.

Sementara itu, dalam aksinya, massa warga Socorejo yang dipelopori karang taruna sempat memblokir jalan akses masuk perusahaan, hingga membuat arus lalu lintas kendaraan terkendala.

Baca: Demo PT Semen Indonesia Logistik di Tuban, ini 7 Tujuh Tuntutan Warga Ring Satu

Orator Aksi, Agus Supriyanto (28), menyatakan, aksi yang dilakukan warga ini dikarenakan pihak perusahaan sewenang-wenang dalam bertindak terhadap masyarakat Socorejo.

Seperti, tidak transparan dalam melakukan perekrutan tenaga kerja, mengambil kembali oli bekas yang sebelumnya diberikan nelayan, pencemaran sungai sekitar desa, dan ada beberapa hal lainnya.

"Pihak perusahan sewenang-wenang dalam bersikap, padahal dia beroperasi diatas tanah Socorejo, kami atas nama warga unjuk rasa untuk menuntut keadilan," teriak Agus.

Bahkan, dia melanjutkan, pihak perusahaan juga dikabarkan telah memindah tugaskan dua warga Socorejo ke daerah lain secara sepihak.

Baca: Bobol Situs Mabes Polri, Pemuda Lulusan SD Asal Lamongan ini Divonis 1,4 Tahun Penjara

Warga yang ikut aksi ini meminta agar perusahaan tidak arogan dalam mengambil kebijakan, yang menyangkut masyarakat Desa Socorejo.

"Kami berharap perusahaan mendengar apa yang kami jadikan tuntutan. Kami ingin pihak perusahaan menemui demonstran," teriaknya dengan lantang. (Surya/Nok)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help