Taman Safari Prigen Sajikan Menu Tak Biasa, Manuk Londo, Mau Coba?

Tidak ada salahnya mencicipi menu unggulan dari Restoran Gading di Taman Safari Prigen (TSP), Pasuruan.

Taman Safari Prigen Sajikan Menu Tak Biasa, Manuk Londo, Mau Coba?
ISTIMEWA
Menu masakan di Restoran Taman Safari Indah Prigen, Pasuruan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN -  Bosan dengan menu makanan ayam goreng ataupun bebek goreng?

Tidak ada salahnya mencicipi menu unggulan dari Restoran Gading di Taman Safari Prigen (TSP), Pasuruan.

Restoran ini menyediakan beberapa variasi olahan manuk londo yang disesuaikan dengan selera masing-masing penikmatinya.

Marketing Communication Manager TSP, Ashrully Setia mengatakan bagi pecinta kuliner, cita rasa dan olahan dari manuk londo (malon) cenderung gurih dan dagingnya lebih tebal ketika dinikmati.

“Mulai 1 Juli 2018, Resto Gading menyediakan menu makanan special dari olahan malon. Bagi penyuka rasa pedas, Malon Rica-Rica bisa Anda nikmati kelezatannya. Sedangkan bagi yang kurang suka dengan rasa pedas, bisa mencicipi Malon Bumbu Lengkuas,” katanya.

Asyik! Taman Safari Prigen Kasih Diskon 27 Persen Buat Kamu yang Sudah Nyoblos )

Di sisi lain, Manager Food and Beverage TSP, Agus Supriyono menuturkan rasa dari burung malon ini lebih mirip dengan burung dara, namun dagingnya lebih tebal.

Bumbu yang disajikan pun cukup meresap hingga ke dalam daging malon.

“Cara memasaknya untuk Malon Rica-Rica dengan memilih bumbu rempah-rempah tradisional yang istimewa seperti jahe, lengkuas, bawang putih, bawang merah, ketumbar dan lainnya. Kemudian dicampur dengan burung malon,” jelasnya.

Untuk harga satu porsi Malon Rica-Rica maupun Malon Bumbu Lengkuas dibanderol Rp 55.000.

Namun, jika pencinta kuliner ingin merasakan legitnya burung malon, Restoran Gading juga menyediakan menu Malon Bakar.

Momen Pilkada, Taman Safari Prigen Siapkan Diskon Khusus Untuk Pengunjung ) 

“Mungkin masih banyak yang belum tahu apa itu manuk londo. Dalam Bahasa Jawa manuk berarti Burung dan Londo yang kata orang Jawa dulu berarti Orang Belanda. Namun, di sini bukan berarti burung orang Belanda, namun Manuk Londo adalah sejenis unggas,” kata Manager Edukasi TSP, Eko Windarto.

Manuk Londo atau Malon sejenis unggas yang aslinya bernama French Quail.

Namun, nama tersebut susah dilafalkan lidah, sehingga disebut “Manuk Londo” untuk mempermudah penyebutan.

“Perkembangbiakan malon dengan ayam maupun bebek hampir sama. Malon berkembang biak dengan cara bertelur. Malon bertelur setelah itu induk induk burung mengerami telurnya kurang lebih sampai 21 hari hingga anaknya menetas,” tandasnya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help