Film 22 Menit Mengingat Teror Bom Thamrin Jakarta dengan Beragam Kisah

Perasaan campur aduk membawa Kapolrestabes Surabaya, Kombes pol Rudi Setiawan saat menonton film 22 menit.

Film 22 Menit Mengingat Teror Bom Thamrin Jakarta dengan Beragam Kisah
ISTIMEWA
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan kenakan kaos 22 menit saat olahraga pagi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perasaan campur aduk dirasakan Kapolrestabes Surabaya, Kombes pol Rudi Setiawan saat menonton film 22 Menit, sebuah film yang terinspirasi dari teror bom di Thamrin, Jakarta dua tahun silam.

Dia mengaku sangat bernostalgia dari setiap adegan yang dilihat, terutama membayangkan peristiwa korban peledakan bom di Markas Polrestabes Surabaya.

"Saya sempat menangis di lokasi kejadian itu, sedih bersama Ibu Wali Kota. Kita mengalami kejadian yang sama, berada di lokasi baru beberapa menit setelah kejadian pertama, kedua, ketiga di Gereja Jalan Arjuno kemudian di Polrestabes," papar Kombes Pol Rudi Setiawan melalui telepon, Minggu (22/7/2018).

Dilanjutkan Rudi, kejadian pada peristiwa tersebut memberikan suasana sedih dan geram kepada pelaku teroris.

5 Potret Hana Malasan Saat Olahraga, Pemain Film 22 Menit yang Pernah Jadi Korban Ledakan Balon Gas

Namun, film tersebut juga menghibur dan mengedukasi penonton tentang kehidupan personil Polri, terutama menangani teror.

Kesigapan mensterilkan lokasi dari kerumunan warga dan kecepatan melumpuhkan teroris, menjadi pesan penting dari peristiwa tersebut.

"Suasana mencekam dan sedih melihat akibat ledakan tersebut tapi juga geram dengan kelakuan teroris. Itu informasi yang cukup berharga tentang bagaimana kecepatan polisi menangani sebuah teror," kata Rudi.

Aksi heroik Ario Bayu yang berperan sebagai AKBP Ardi membawa kesan, seperti halnya cerita heroik AKBP Roni Faisal saat menyelamatkan anak pelaku bom Surabaya.

5 Potret Hana Malasan Saat Olahraga, Pemain Film 22 Menit yang Pernah Jadi Korban Ledakan Balon Gas

Karya terbaru sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita dari dapur film Buttonijo Film ini menayangkan anggota polisi antiteror mempertaruhkan nyawa melumpuhkan teroris. Namun, ada sisi lain yang juga mengangkat nilai kemanusiaan selama peristiwa itu terjadi.

Film
Film "22 Menit" (instagram.com/22menitthemovie/)

Sang sutradara menampilkan alur maju mundur yang cukup apik, menggiring emosi penonton bercampur aduk.

Kehadiran beberapa sudut pandang berbeda dalam film tersebut membangun kesan dan ketegangan yang nyata.

Film 22 Menit Tayang : Jadi Film Pertama di Indonesia yang Mengungkap Kekejaman Teoris

"Saya terbawa perasaan, memandang sisi keluarga anggota yang menunggu dengan rasa penuh dilema. Mengena bagi saya warga Surabaya apalagi kehidupan orang-orang yang mendapat dampak serangan teroris," kata Aliya Rahma (24) mahasiswa asal Ngagel Surabaya usai nonton bareng dan meet and greet Film 22 Menit di BG Juction Surabaya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help