Meski Kalah dari Arema FC, Persebaya Pulang dan Disambut Bak Pahlawan, Djanur: Terima Kasih Bonek
Djadjang Nurdjaman merasakan anomali kondisi saat timnya kalah 0-1 dari Arema FC pada pekan ke-24 di Stadion Kanjuruhan Malang.
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman merasakan anomali kondisi saat timnya kalah 0-1 dari Arema FC pada pekan ke-24 di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (6/10/2018) lalu.
Sepulang dari pertandingan, pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengaku heran timnya malah mendapat dukungan dari ribuan Bonek yang menunggu kedatangan tim di gerbang masuk Kota Surabaya, di Waru.
“Ini pengalaman baru buat saya, tim yang kalah kok bisa disambut, itu luar biasa buat saya,” kata Djanur saat latihan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Senin (8/10/2018).
• Komentar Milan Petrovic Soal Pelanggaran yang Dilakukan Aremania saat Arema FC Menjamu Persebaya
• Disuguhi Berbagai Intimidasi selama di Kanjuruhan, Pelatih Persebaya Akui Pemainnya Sempat Tertekan
Djanur mengaku, selama karier kepelatihannya termasuk di Persib Bandung, tidak pernah menemukan kondisi layaknya di Persebaya.
Ucapan terima kasih pun dilontarkan pelatih 53 tahun itu kepada Bonek yang sudah memberikan dukungan kepada tim yang pulang dalam kondisi kalah.
Padahal lawan dari Persebaya adalah tim rival Arema FC yang sukses mencetak satu gol ke gawang Miswar Saputra, bersumber dari tendangan bebas kontroversial bagi tim tamu.
• Arema FC Vs Persebaya, Singo Edan Pastikan Tak akan Ajukan Banding Terkait Sanksi dari Komdis PSSI
• Catatan Pelanggaran yang Dilakukan Aremania di Laga Arema FC vs Persebaya
“Saya lama di lingkungan Bobotoh, tapi perlakuan seperti ini baru di sini, terima kasih Bonek,” ungkap Djanur kepada suporter Persebaya.