Lembaga Perlindungan Anak Tulungagung: Perkara Remaja Bunuh Bayinya Sulit Diselesaikan Lewat Diversi

Kiki (16), nama samaran, pelajar di Tulungagung yang diduga melahirkan dan membunuh bayinya masih menjalani proses hukum.

Lembaga Perlindungan Anak Tulungagung: Perkara Remaja Bunuh Bayinya Sulit Diselesaikan Lewat Diversi
thehits.co.nz via Tribunnews
Ilustrasi bayi 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Kiki (16), nama samaran, pelajar di Tulungagung yang diduga melahirkan dan membunuh bayinya masih menjalani proses hukum.

Karena masih di bawah umur, proses hukum perkara seharusnya dialihkan ke proses nonformal melalui diversi.

Namun melihat kasusnya yang sangat berat, kemungkinan perkaranya tidak bisa diselesaikan lewat diversi.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung, Winny Isnaeni.

Ia menuturkan, diversi pada prinsipnya tidak bisa dilakukan untuk perkara dengan ancaman tujuh tahun pejara.

“Ini kan kasus pembunuhan, sepertinya sulit untuk didiversi. Termasuk misalnya kekerasan seksual juga,” terang Winny Isnaeni, Senin (14/9/2019).

Polres Tulungagung Gelar Perkara Untuk Menentukan Status Hukum Remaja Yang Membunuh Bayinya

Winny Isnaeni melanjutkan, nantinya Pembimbing Kemasyarakatan Badan Pemasyarakatan (PK Bapas) dan pekerja sosial (Peksos) akan melakukan kajian bersama.

Dari kajian itu akan diketahui unsur-unsur lain yang membuat Kiki melakukuan perbuatannya.

Seperti kondisi depresi atau ancaman dan kekerasan seksual.

Bisa jadi, Kiki nantinya masuk pengadilan karena perkaranya dilanjutkan.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved