Sidak RSUD, Wabup Jombang: Pemkab Gratiskan Biaya Pasien DBD

Pemkab Jombang akan membebaskan pasien demam berdarah dengue (DBD) yang sekarang dirawat di RSUD Jombang dari seluruh biaya perawatan.

Sidak RSUD, Wabup Jombang: Pemkab Gratiskan Biaya Pasien DBD
Surya/Sutono
Wabup Jombang Sumrambah saat mengunjungi pasien suspect dan positif DBD di RSUD Jombang 

TRIBUNJATIM, JOMBANG - Pemkab Jombang akan membebaskan pasien demam berdarah dengue (DBD) yang sekarang dirawat di RSUD Jombang dari seluruh biaya perawatan.

Hal ini diungkapkan Wabup Jombang Sumrambah, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD Jombang, Senin (4/2/19).

Sidak dilakukan guna mengetahui perkembangan pelayanan petugas dan kondisi pasien yang masih dirawat, utamanya di ruangg perawatan khusus anak, yakni Ruang Seruni.

Dalam sidaknya, Sumrambah tidak menampik terjadi kelebihan kapasitas atau 'overload' di ruang anak ini. Namun dipastikan seluruhnya tetap terlayani dengan baik.

“Pelayanan di RSUD luar biasa, bahkan juga ada dukungan bantuan pemerintah dan rumah sakit untuk pasien DB dapat pelayanna gratis," ujar Wabup Sumramnbah di sela sidak kepada Tribunjatim.com.

Perkiraan BMKG Juanda, Hujan Deras di Surabaya Berlangsung Hingga Pukul 7 Malam Nanti

Gegara Kucing, Tiga Tetangga di Jl Dinoyo Baru Surabaya Ini Adu Mulut dan Tega Siram Air Keras

Bawa Anak, Wanita di Mojokerto Curi Cincin Emas Putih, Aksinya Terekam Kamera CCTV

Dikatakan Sumrambah, sejauh ini tingkat kegawatan terhadap pasien DBD yang dirawat di RSUD Jombang masih dalam batas kewajaran.

Sebab, dari puluhan pasien terdampak DBD yang dirawat, hanya berkisar 10 sampai 15 persen saja yang benar-benar dinyatakan positif DBD.

“Jadi tidak seperti justifikasi yang berkembang di masyarakat. Sebab hasil diagnosis dokter, dari puluhan pasien yang masuk, hanya 10 persen hingga 15 persennya saja yang positif DBD," kata mantan Ketua DPC PDIP Jombang ini kepada Tribunjatim.com
.

Sumrambah menjelaskan, guna menekan perkembangan jentik nyamuk, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Jombang terus melakukan pelacakan dan penyemprotan atau fogging di masing-masing wilayah yang terdapat kasus DBD ini.

“Kami terus melakukan pencegahan dan upaya preventif. Kami gerakkan semua desa untuk pemberantasan jentik nyamuk. Karena kita tidak bisa hanya andalkan fogging saja. Artinya sumber harus terselesaikan,“ tegasnya.

Diketahui sepanjang Januari, Dinkes Jombang mencatat sebanyak 95 pasien positif DBD dengan jumlah korban meninggal sebanyak dua orang.(Sutono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved