Lontong Cap Go Meh, Sajian Lambang Keberuntungan Adaptasi Kuliner Peranakan yang Penuh Makna

Lontong Cap Go Meh, sajian lambang keberuntungan adaptasi kuliner peranakan yang penuh makna.

Lontong Cap Go Meh, Sajian Lambang Keberuntungan Adaptasi Kuliner Peranakan yang Penuh Makna
Tribun Solo/Imam Saputro
Sepiring lontong Cap Go Meh di Pasar Gede Solo yang dijual dengan harga Rp30.000 per porsi. 

Lontong Cap Go Meh, sajian lambang keberuntungan adaptasi kuliner peranakan yang penuh makna.

TRIBUNJATIM.COM - Cap Go Meh atau hari ke-15 dari bulan pertama di penanggalan China, dirayakan dengan berbagai jamuan.

Salah satunya yang khas adalah lontong Cap Go Meh.

Lontong Cap Go Meh merupakan satu sajian yang terdiri dari lontong, opor ayam, sayur, dan bubuk kedelai.

1.000 Lontong Cap Go Meh di Klenteng Tjoe Hwei Kiong Kota Kediri

"Ini seperti kalau orang Islam Lebaran ketupat, di Tionghoa kita menyantap lontong Cap Go Meh ini,” ujar penjual lontong Cap Go Meh di Pasar Gede, Solo, Hardjo Tjendono, Sabtu (11/2/2017).

Di kedai milik Hardjo Tjendono, lontong Cap Go Meh disajikan dengan tiga sayur, sayur pepaya muda dan tempe, sayur ati ampela, dan sayur rebung.

Kemudian ditambah dengan opor ayam dan telur.

Terakhir ditaburi kelapa muda yang telah disangrai dan bubuk kedelai.

Sajian Imlek - 4 Resep Makanan Khas Tionghoa untuk Imlek 2019, Lumpia Rebung sampai Mie Kangkung

Dalam sepiring lontong Cap Go Meh, rasa gurih manis sayur mendominasi dipadu dengan kelembutan suwiran daging ayam.

Sementara taburan bubuk kedelai semakin menambah cita rasa gurih.

Halaman
123
Editor: Alga Wibisono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved