Wali Kota Risma Kumpulkan 46 Anak Terjaring Satpol PP, Tujuannya ini
Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya punya cara sendiri mendidik anak-anak Surabaya, yang terlibat kenakalan remaja dan terjaring Satpol PP.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya punya cara sendiri mendidik anak-anak Surabaya, yang terlibat kenakalan remaja dan terjaring Satpol PP.
Salah satu cara yang seringkali Risma lakukan adalah, mempertemukan antara anak-anak yang terjaring Satpol PP Kota Surabaya dengan anak-anak asuhan Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya yang sukses. Sebelum sukses, mereka juga anak-anak yang sama, pernah terjaring Satpol PP Surabaya.
Risma mempertemukan mereka di rumah dinas.
46 anak yang terjaring Satpol PP ini banyak menghabiskan waktu di jalanan dan mereka adalah anak-anak putus sekolah.
Wali Kota Risma pun memberikan motivasi kepada 46 anak ini untuk memulai perubahan dalam hidup mereka, agar menjadi orang yang sukses.
“Ini contoh dari kalian yang pernah terjaring Satpol PP. Semua anak tidak mampu, tapi mereka mau berubah dan bisa. Mereka sekarang bisa berprestasi dalam berbagai bidang,” kata Wali Kota Risma menunjuk anak-anak yang dulu pernah terjaring Satpol PP, namun kemudian diasuh Kampung Anak Negeri dan menerima beasiswa pendidikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kepada Tribunjatim.com, Jumat (15/2/2019).
• Temukan Oknum Polisi yang Loloskan Pelanggar Lalu Lintas, Warga di Sumenep Protes
• Masuk Top 18 YouTuber Dunia, Ternyata Segini Honor yang Diterima Baim Wong Tiap Satu Video
• Kisah Bocah Yatim Piatu Kelas 3 SD yang Berjualan Cilok hingga Larut Malam Demi Hidupi 2 Adiknya
Beberapa di antara mereka menerima beasiswa di Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, Politeknik Ubaya, dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
“Kakak-kakak kalian ini juga berasal dari keluarga tidak mampu. Tapi mereka mau berubah. Mereka ingin mengubah nasibnya dengan belajar yang baik dan bekerja keras,” terangnya kepada Tribunjatim.com
.
Wali Kota Risma mengatakan, penerima beasiswa Pemkot Surabaya yang berkuliah di Poltekbang Surabaya nanti setelah lulus akan langsung bekerja sebagai Teknisi Pesawat Udara (TPU) di Lion Air.
Demikian juga para penerima beasiswa Politeknik Ubaya, setelah lulus akan diterima di perusahaan-perusahaan yang menanti mereka.
"Tuhan tidak adil kalau hanya yang pintar dan yang kaya saja yang bisa berhasil dan sukses. Semua diberikan kesempatan yang sama untuk bisa berhasil dan sukses, siapapun orangnya dan dari mana asal kedua orang tuanya. Asalkan orang itu tidak menyerah dengan keadaan dan mau bekerja keras, mereka pasti diberi jalan oleh Tuhan," kata Risma memotivasi. (Pipit Maulidiya/TribunJatim.com).