Kurir Asal Sidoarjo Ditangkap BNNK Tulungagung, Bawa Sabu Seharga Rp 392 juta

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung kembali mendapat tangkapan besar. Kali ini sabu-sabu seberat 280 gram berhasil disita dari seora

Kurir Asal Sidoarjo Ditangkap BNNK Tulungagung, Bawa Sabu Seharga Rp 392 juta
david yohanes/surya
Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Djoko Purnomo menginterogasi AW, kurir sabu-sabu jaringan Surabaya yang baru ditangkap. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung kembali mendapat tangkapan besar. Kali ini sabu-sabu seberat 280 gram berhasil disita dari seorang kurir jaringan Surabaya, dengan inisial AW, warga Desa Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Djoko Purnomo, penangkapan AW buah dari telaah hasil Operasi Semeru 2019. Saat itu polisi berhasil mengungkap 11 kasus narkoba dengan 24 tersangka. Dengan jumlah itu, Djoko meyakini ada pemasok barang yang menyuplai sabu-sabu ke Tulungagung.

“Kami kemudian melakukan penyelidikan. Prosesnya panjang, kami butuh waktu dua minggu untuk menangkap AW,” terang Djoko kepada Tribunjatim.com, Rabu (20/2/2019) sore.

Dari penyelidikan, nama AW muncul sebagai terduga. Personil BNNK Tulungagung terus memantau gerak-geriknya. Akhirnya didapat kepastian, AW akan mengirim sabu-sabu ke Tulungagung, pada Selasa (19/2/2019).

Diketahui AW berangkat dari rumahnya sekitar subuh, naik bus dan turun di Terminal Gayatri Tulungagung. Seseorang memandu AW dengan telepon, dan diminta ke pertigaan sate di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut. Petugas BNNK Tulungagung menyergap AW saat akan menyerahkan barang, Selasa pukul 07.00 WIB.

Apresiasi Pemasangan CCTV Pantau Limbah Popok, WALHI Jatim Ingatkan Gubernur Jatim Khofifah ini

Sopir Jual Pil Koplo, Jika Pembelinya Wanita Bayarnya Tak Pakai Uang, Tisu Ajaib Jadi Barang Bukti

Banner Caleg Bertebaran Menempel di Pohon Pinggir Jalan Sidoarjo

“Saat kami tangkap, sabu-sabu itu dibawa dengan tas plastik dibungkus dengan bekas makanan ringan. Setelah kami timbang beratnya 280 gram,” ungkap Djoko.

Dengan harga sabu-sabu saat ini mencapai Rp 1.400.000 per gram, maka total barang bukti yang disita senilai Rp 392 juta. Saat penangkapan AW, petugas BNNK Tulungagung juga mendapati KH, warga Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol ada di lokasi.

Petugas mencurigai KH yang akan menerima sabu-sabu dari AW. Namun saat itu belum terjadi serah terima barang, sehingga KH tidak bisa dijerat. Namun AW juga ikut dibawa ke kantor BNNK Tulungagung untuk menjalani pemeriksaan.

“Dari pemeriksaan urine, KH dan AW sama-sama positif mengonsumsi sabu-sabu. KH kami rehabilitasi di RSJ Menur (Surabaya), sedangkan AW menjalani proses hukum,” tegas Djoko kepada Tribunjatim.com.

Djoko meyakini, AW adalah bagian dari jaringan nasional. Namun saat akan dikembangkan, personil BNNK Tulungagung kesulitan melacak orang yang menyuruh AW. Selain AW kurang kooperatif, ia mendapatan order dari seseorang lewat SMS.

“Setelah kami cek HP yang digunakan AW, memang benar dia berkomunikasi lewat SMS. Dia tidak pernah bertemu dengan orang yang menyuruhnya,” tutur Djoko kepada Tribunjatim.com.

AW adalah residivis kasus narkotika. Dia pernah ditangkap Polres Sidoarjo dalam perkara sabu-sabu, dan dipenjara selama lima tahun enam bulan. AW bebas di tahun 2014.

BNNK Tulungagung pernah mendapat tangkapan besar berupa 393 gram sabu-sabu dan 22.149 butir pil dobel L pada April 2018 lalu. Empat orang ditangkap, terdiri dari tiga kurir dan seorang bandar. (David Yohanes/Hanif Manshuri)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved