Kondisi Bayi yang Dikeluarkan Paksa dari Perut Ibu yang Dibelah oleh Ayah Kandungnya Sendiri

Kondisi bayi yang dikeluarkan paksa dari perut ibunya, setelah perut sang ibu dibelah oleh ayah kandungnya sendiri di Bengkulu, dalam kondisi sehat.

Kondisi Bayi yang Dikeluarkan Paksa dari Perut Ibu yang Dibelah oleh Ayah Kandungnya Sendiri
Kompas.com
Bayi laki-laki dari seorang ibu bernama Erni (31), yang dibunuh oleh suaminya di Bengkulu, dalam kondisi sehat. 

TRIBUNJATIM.COM, BENGKULU - Kondisi bayi yang dikeluarkan paksa dari perut ibunya, setelah perut sang ibu dibelah oleh ayah kandungnya sendiri, di Bengkulu, dalam kondisi sehat.

Bayi laki-laki nahas itu lahir dari seorang ibu bernama Erni Susanti (29), yang dibunuh oleh suaminya sendiri, Romi Septiawan (30), di Bengkulu.

Bayi berusia dua hari itu dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.

Kepala Instalasi Rawat Inap RS Bhayangkara Sri Hastuti menyebutkan, kondisi bayi korban kekerasan ayah terhadap ibu itu dalam keadaan sehat dan normal.

"Kondisi bayi di dalam kandungan saat terjadi kasus sudah 36 minggu. Kalaupun ingin dilahirkan sudah boleh. Berat bayi itu 3,9 kilogram, panjang badan 47 sentimeter," jelas Sri Hastuti dilansir Tribunjatim.com dari Kompas.com, Jumat (22/2/2019).

Viral di WhatsApp dan IG, Video Pria Lompat dari Atas Gedung Pusat Perbelanjaan, Ini Fakta-faktanya!

Usai Lepas Hijab, Salmafina Sunan Ungkap Pacar Baru & CEO dari London: Gak Mau Dia Terekspos

Kisah Wanita Makan Kumbang Hidup-hidup Tiap Hari untuk Cegah Penyakit, Cek Fakta Info Kesehatannya!

Romi Septiawan dan Erni Susanti
Romi Septiawan dan Erni Susanti (Instagram)

Bayi laki-laki anak korban ini ditangani oleh dokter spesialis anak.

Dalam rekam medisnya disebutkan, untuk pernafasan dalam keadaan baik dan tidak menggunakan oksigen.

Bayi anak dari pasangan Erni dan Romi ini juga kuat menyusu dengan isapan yang normal.

"Secara umum kesehatan bayi tersebut baik, sebenarnya sudah bisa dibawa pulang oleh keluarga jika pertimbangannya kesehatan. Namun, karena masih ada persoalan kasus hukum, mungkin kami masih menunggu dulu perkembangan hukumnya," tambah Sri.

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved