Ada Pelaku Lain, Pengacara Syahri Minta KPK Usut Rp 41 Miliar Sisa Uang Fee PUPR Tulungagung

Bupati Tulungagung nonaktif, Syahri Mulyo menyatakan menerima putusan hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Ada Pelaku Lain, Pengacara Syahri Minta KPK Usut Rp 41 Miliar Sisa Uang Fee PUPR Tulungagung
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Sidang Putusan Vonis Bupati Tulungagung Syahri Mulyo di Pengadilan Tipikor Surabaya pada Kamis (14/2/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung nonaktif, Syahri Mulyo menyatakan menerima putusan hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Konsekuensinya, Syahri akan menjalani hukuman penjara selama 10 tahun, membayar denda Rp 700 juta dan mengembalikan kerugian negara Rp 28 miliar.

Menurut penasehat hukum Syahri Mulyo, Hakim Yunizar, pihaknya sudah mengirim surat ke KPK, bahwa kliennya menerima putusan hakim.

Selain surat itu, Yunizar juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut aliran dana fee Dinas PUPR Tulungagung, yang dalam hitungannya tersisa Rp 41 miliar.

"Fakta persidangan juga menunjukkan, ada pihak lain yang menerima aliran dana itu. Kami minta KPK mengusut itu," tegas Yunizar, saat dihubungi lewat telepon, Kamis (27/2/2019).

Mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo Tidak Banding, Putusan Hakim Belum Inkracht

Pasca Kebakaran, Sebagian Instalasi Pelayanan di RS Syaiful Anwar Ditutup

Di era Globalisasi, Hayono Isman Optimistis Jawa Timur Jadi Lokomotif Kebangkitan Ekonomi

Lanjutnya, total aliran fee di Dinas PUPR Tulungagung yang terungkap di pengadilan sebesar Rp 140 miliar.

Dari jumlah itu, Syahri menerima Rp 28 miliar, sedangkan Sutrisna menerima Rp 71 miliar.

Maka jika ditotal masih ada selisih Rp 41 miliar.

"Uang Rp 41 miliar itu yang kami minta untuk diusut tuntas, siapa saja yang menerima," ujar Yunizar kepada Tribunjatim.com.

Masih menurut Yunizar, dalam fakta persidangan sudah terungkap siapa saja yang menerima aliran dana fee itu.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved