Bawa Keranda bambu, IKABA Tuntut Pembunuh Panitia Pemungutan Suara di Sampang Dihukum Mati

Ribuan Ikatan Alumni Pondok Pesantren Bata-Bata (IKABA) Sampang angkat keranda di depan Pengadilan Negeri Sampang, Jalan Agung Suprapto

Bawa Keranda bambu, IKABA Tuntut Pembunuh Panitia Pemungutan Suara di Sampang Dihukum Mati
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Replika keranda bambu diletakkan Ikatan Alumni Pondok Pesantren Bata-Bata (IKABA) di atas pagar Pengadilan Negeri Sampang saat sidang terdakwa pembunuhan, Idrid pada Selasa (12/3/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Ribuan Ikatan Alumni Pondok Pesantren Bata-Bata (IKABA) Kabupaten Sampang angkat keranda di depan Pengadilan Negeri Sampang, Jalan Agung Suprapto,  Sampang, Selasa (13/2/2019).

Aksi tersebut merupakan ke dua kalinya dalam rangka mengawal sidang kasus pembunuhan Subaidi (40) yang merupakan Panitia pemungutan Suara (PPS).

Korban dilaporkan tewas ditembak oleh Idris (30), warga Desa Tamberu Laok Kecamatan Sokobana Kabupaten Sampang Madura.

Namun, dalam aksi kali ini ribuan IKABA membawa keranda mayat terbuat dari bambu dan bertuliskan 'keranda mayat untuk Idris'.

(Mengeluh Kehabisan Tempat, Pedagang Pasar Juklanteng Sampang Berjualan di Tepi Jalan Nasional)

(Pasang APK Salahi Aturan, Timses Jokowi-Maruf di Sampang akan Dikirimi Surat Peringatan Panwaslu)

Peserta aksi mengarak keranda bambu tersebut dari Lapangan Wijaya Kusuma sampai ke depan Pengadilan Negeri Sampang.

Pada saat berjalan sembari mengangkat keranda, ribuan alumni IKABA serentak mengumandangkan kalimat tauhid dan sesekali bertakbir.

Korlap Aksi Salim Segaf mengatakan aksi ini merupakan bentuk mengawal jalannya persidangan pembunuhan Subaidi.

"Kita meminta keadilan kepada Hakim dan Jaksa agar Idris selaku pembunuh dijatuhi hukuman mati," ujarnya.

Meskipun hujan aksi tersebut tetap berjalan sampai jalannya persidangan selesai, sekitar pukul 12.00 WIB.

Kemudian para alumni IKABA melakukan tutup aksi dengan meletakkan keranda di atas pagar Pengadilan Negeri Sampang dan meninggalkannya disana.

(Fakta Singkat Siti Aisyah Dibebaskan Atas Kasus Pembunuhan Kim Jong Nam, Akan Segera Dipulangkan)

(Mayat Pria di Menganti Gresik yang Tewas di Dalam Rumah, Diduga Korban Pembunuhan)

Terkait masalah pejagaan Polres Sampang kerahkan satu kompi untuk melakukan pengamanan di dalam aksi tersebut.

Saat ditemui di lokasi Kabag Ops Polres Sampang Kompol Sulardi mengatakan jumlah satu kompi merupakan jumlah yang lebih banyak dari pengamanan aksi sebelumnya.

"Saat ini kita melakukan penjagaan ketat dan sudah membagi lokasi penjagaan, seperti pintu masuk sampai ruangan sidang," singkatnya.

Reporter: TribunMadura.com, Hanggara Pratama

(Terungkap, Pelaku Pembunuhan Mayat Wanita di Kebun Jagung Gresik Adalah Kekasih Gelap Korban)

(Penjaga Gudang di Pamekasan Madura Tewas di Dalam Sumur, Diduga Korban Pembunuhan)

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved