Rumah Politik Jatim

Andy Budiman Tanggapi Politisi PDIP yang Sebut PSI Cheerleader, Bahas Masalah 'Beda' dan Substansi

Andy Budiman menanggapi politisi PDIP, Masinton Pasaribu yang mengatakan bahwa posisi PSI di TKN Jokowi-Ma'ruf Amin hanyalah sebagai Cherleader.

Andy Budiman Tanggapi Politisi PDIP yang Sebut PSI Cheerleader, Bahas Masalah 'Beda' dan Substansi
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Juru Bicara DPP PSI, Andy Budiman 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jubir DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman menanggapi pernyataan politisi PDIP, Masinton Pasaribu yang mengatakan bahwa posisi PSI di TKN Jokowi-Ma'ruf Amin hanyalah sebagai Cheerleader.

Menurut Andy Budiman, jawaban Masinton Pasaribu tersebut sama sekali keluar dari konteks dan substansi diskusi yang diinisiasi oleh PSI.

"Kami dari awal diremehkan dulu katanya tidak akan lolos verifikasi sekarang dibilang cherleader tidak apa-apa," kata Andy Budiman, Sabtu (16/3/2019) malam.

Andy Budiman juga menjelaskan, pernyataan yang dilontarkan oleh Ketum PSI, Grace Natalie dalam pidato politik yang berjudul 'Beda Kami, PSI dengan Partai Lain' di Festival 11 di Medan, Sumatera Utara. Senin (11/3/2019) lalu adalah berdasarkan fakta yang diperkuat data.

Targetkan Peroleh 14 Kursi Dewan, Partai Solidaritas Indonesia Gelar Pembekalan Caleg se-Jatim

"Kami ingin menawarkan suatu debat publik yang sehat, ini tawaran PSI. Kami ini bekerja menyuarakan pendapat publik dan masyarakat, seperti kenapa sebuah partai mencalonkan koruptor itu bukan pertanyaan dari PSI tapi publik, dan itu tidak dijawab," lanjut Caleg DPR RI dari Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo ini.

Jelang Pemilu 2019 ini, menurut Andy, hal tersebut harus dijelaskan ke publik sebagai pencerahan agar tidak salah pilih.

"Kami memang berada dalam koalisi, tapi ini tidak akan menghalangi kami untuk mengatakan apa yang harus kami katakan dan itu ada dasarnya, tapi jawaban dari para senior itu apa ada subtansi nya?" ucap Andy.

Seperti diketahui sebelumnya, saling sindir antara PDI Perjuangan dan PSI berawal dari pernyataan Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam pidato politiknya yang berjudul 'Beda Kami, PSI dengan Partai Lain' di Festival 11 di Medan, Sumatera Utara. Senin (11/3/2019) lalu.

Anggota DPRD Kota Malang Protes Aksi Penyobekan Amplop yang Dilakukan Grace Natalie

Dalam pidato tersebut Grace menyindir PDI Perjuangan dan Partai Golkar terkait maraknya peraturan daerah yang menurutnya diskriminatif, seperti perda berbasis agama.

Grace Natalie menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian, PDI Perjuangan dan Partai Golkar adalah partai yang paling banyak terlibat dalam merancang, mengesahkan, dan menerapkan 58 Perda berbasis agama itu di seluruh Indonesia.

“Silakan baca 'The Politics of Shari'a Law' yang ditulis Michael Buehler, Guru Besar Ilmu Politik Nothern Illinois University, yang dari penelitiannya menyimpulkan bahwa PDI Perjuangan dan Golkar terlibat aktif dalam merancang, mengesahkan, dan menerapkan 58 Perda Syariah di seluruh Indonesia. Penelitian Robin Bush juga menyimpulkan hal yang sama,” ungkap Grace Natalie.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved