Penebangan Sono Keling di Jalan Provinsi Tulungagung Bisa Dilaporkan ke Polisi

Tiga orang petugas dari Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur turun ke Tulungagung, untuk memeriksa sejumlah pohon sono

Penebangan Sono Keling di Jalan Provinsi Tulungagung Bisa Dilaporkan ke Polisi
SURYA/DAVID YOHANES
Bekas batang pohon sono keling yang dipotong di tepi jalan provinsi Kecamatan Sumbergempol. 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Tiga orang petugas dari Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur turun ke Tulungagung, untuk memeriksa sejumlah pohon sono keling yang ditebang, Selasa (2/4/2019).

Pohon-pohon yang diperiksa ada di tepi jalan provinsi, dari wilayah Kecamatan Sumbergempol, Ngunut hingga Rejotangan.

Hingga kini belum ada angka pasti, berapa pohon berharga sangat mahal ini yang sudah ditebang.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nandang Prihadi mengatakan, pohon yang ditebang memang di tanah negara.

Namun kewenangan BB KSDA hanya di wilayah hutan dan wilayah konservasi. Karena itu, penebangan sono keling di tepi jalan provinsi bukan ranah BBKSDA.

Pohon Sono Keling di Jalan Provinsi Tulungagung Ditebang, Warga Diminta Menjauh dan Diberi Uang

Arema FC Vs Kalteng Putra, Ricky Kayame Bawa Singo Edan Unggul Sementara 1-0 atas Tim Tamu

GIIAS Surabaya 2019: Yamaha Jatim Tampil dengan Banyak Promo dan Hadiahnya

“Saya sarankan untuk melaporkan temuan ini ke Polisi. Kalau ada pelanggaran hukum, polisi yang berhak menindak,” ujar Nandang.

Namun BBKSDA tetap bekerja sesuai dengan tugasnya, yaitu mencegah kayu yang ditebang ini dimanfaatkan industri secara ilegal.

Sebab menurutnya kayu ini bukan didapat dari lahan yang diperuntukkan untuk ditebang.

Tiga personil yang diturunkan diberi tugas untuk memastikan, kayu itu tidak akan jadi kayu yang legal.

“Biasanya kan minta surat ke BBKSDA untuk mengedarkan kayu secara legal. Tugas kami adalah mencegah supaya itu tidak terjadi,” pungkas Nandang.

Saat ini ada puluhan sono keling yang tumbuh di sepanjang jalan provinsi, dari Kecamatan Sumbergempol, Ngunut hingga Rejotangan.

Namun belum ada angka pasti, jumlah kayu yang sudah dibalak secara liar.

Sebelumnya warga mengaku disuruh pergi, saat mendekat ke lokasi penebangan pohon sono keling.

Bahkan beberapa orang diberi uang agar lekas meninggalkan lokasi. (David Yohanes/Tribunjatim.com)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved