Umur Tua, Alat Perekaman e-KTP di 14 Kecamatan di Sampang Rusak, Dispendukcapil Hanya Bisa Perbaiki

Umur Tua, Alat Perekaman e-KTP di 14 Kecamatan di Sampang Rusak, Dispendukcapil Hanya Bisa Perbaiki.

Umur Tua, Alat Perekaman e-KTP di 14 Kecamatan di Sampang Rusak, Dispendukcapil Hanya Bisa Perbaiki
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Siswa SMA 5 Surabaya melakukan perekaman identitas untuk pembuatan e-KTP di sekolahnya pada Senin (23/10/2017). Alat Perekaman e-KTP di Sampang rusak karena umur yang tua. 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Alat perekaman e-KTP yang berada di 14 Kecamatan di Kabupaten Sampang mengalami kerusakan.

14 Kecamatan merupakan jumlah keseluruhan Kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang.

Kabid Piak dan PD Dispendukcapil Kabupaten Sampang, Edi Subinto, mengatakan saat ini alat perekaman e-KTP rusak, sebab umur alat sudah tua, Sabtu (13/4/2019).

Distribusikan Logistik Pemilu 2019, KPU Sampang Mulai dari Kecamatan Terjauh

Pipa PDAM Pecah, Separuh Wilayah Kota Sampang Alami Kemacetan Distribusi Air

Kesempatan Pelunasan Biaya Haji 2019 Tujuh Hari Lagi, 175 Orang di Sampang belum Lunasi

Ketauan Simpan Sabu-Sabu di Dompet dan Saku Celana, Pemuda Asal Sampang Diciduk Polsek Krembangan

"Umur alat perekaman kita sudah berusia 5 tahun, ada yang 8 tahun dan juga 9 tahun lebih sehingga banyak yang rusak," ujarnya.

Kemudian ia menjelaskan Kondisi rusaknya alat perekaman KTP elektronik pada setiap Kecamatan berbeda- beda.

"Seperti camera, komputer, hingga alat sidik jari dan alat mendeteksi kornea mata," jelasnya.

Namun, parahnya lagi yang awalnya dalam setiap Kecamatan memiliki server, saat ini semua server itu dalam keadaan rusak.

Sehingga Dispendukcapil mengambil semua server yang ada di setiap kecamatan.

"Kita sudah menarik atau mengambil server yang rusak pada setiap Kecamatan, jadi saat ini data yang di kerjakan oleh setiap Kecamatan masuk ke saya semua," paparnya.

Mengetahui hal itu pihaknya berjanji akan berupaya untuk memperbaiki karena solusi yang bisa dilakukan saat ini merupakan hanya memperbaiki.

"Sementara waktu yang bisa kita perbaiki, ya pasti kita perbaiki mas, karena jika membeli yang baru kita masih belum bisa karena peralatan tersebut harganya mahal," katanya.

"Kalau seumpama ada alat yang memungkinkan harus untuk dibeli, pasti kita membeli," imbuhnya.

Terkait soal hal ini sebelumnya Dispendukcapil sudah melakukan pengajuan pengadaan barang namun sampai saat ini belum dapat.

"Kondisi dana daerah juga saat ini masih terbatas, jadi sementara waktu kita perbaiki," tandasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved