Darurat Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik
Persoalan sampah plastik kini menjadi momok menakutkan bagi umat manusia di seluruh dunia. Setiap harinya, masyarakat banyak yang menggunakan plastik
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Persoalan sampah plastik kini menjadi momok menakutkan bagi umat manusia di seluruh dunia.
Setiap harinya, masyarakat banyak yang menggunakan plastik sebagai media untuk kebutuhan sehari-hari.
Akibatnya, sampah plastik menjadi banyak dan kini menjadi permasalahan serius seperti yang berada di TPA Supit Urang Kota Malang.
• Masuk Musim Kemarau, Air Tandon ke Pelanggan di Desa Kembangan Gresik Mulai Mampet
• Pembinaan Olahraga Berprestasi & Berjenjang, Porprov VI Jatim Batasi Usia Peserta Maksimal 21 Tahun
Kepala Plt Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi mengatakan, kini di TPA Supit Urang sedang mengalami darurat sampah plastik.
Untuk itu, ia mengajak kepada masyarakat untuk mulai melakukan pemilihan di rumahnya masing-masing.
"Kalau bisa, sampah plastik dan sampah yg kertas itu disendirikan. Yang bisa dijual ya dijual. Atau gak gitu dibuat kompos, agar tidak banyak sampah plastik yang ada di sini," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM (grup TribunJatim.com), Senin (24/6/2019).
Kata Diah, kini pihaknya sedang berproses untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk memiliki bank sampah dengan dua bak pemilihan.
Sehingga, petugas yang akan memunguti sampah nantinya bisa memilah sampah organik maupun organik.
"Saat ini kami sedang mengoptimalkan gerobak untuk sampah organik dan non organik. Di setiap TPS sudah mulai kami siapkan," terangnya.
• Dampak Sistem Zonasi PPDB, Wali Murid di Ngagel Ungkapkan Rasa Syukur Sekaligus Kecewa, Simak!
• VIDEO: Mengenal Karakter Film Star Wars Lewat Serunya Permainan Merakit Scale Model Kit, Tonton!
Dengan siasat perubahan yang kini sedang digagas oleh DLH, Diah optimis dalam dua tahun ke depan permasalahan sampah plastik bisa mulai dikurangi.
"Karena semua itu butuh waktu dan proses. Untuk saat ini kami mulai sosialisasikan kepada masyarakat, tentunya kami juga harus siap dengan fasilitas dan sarana pra sarana yang ada," imbuhnya. (Surya/Rifki Edgar)