Wuih, Pabrik Jamu Palsu di Sidoarjo Raup Untung Rp 1,8 Miliar Per Bulan
"Peredaran jamu palsu ini meraup untung Rp 1,8 miliar per bulan. Sudah kami incar lama, baru sekarang ketahuan lokasi pembuatannya,"
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Aji Bramastra
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ditreskrimsus Polda Jatim telah mengungkap kasus dugaan produksi dan perdagangan jamu palsu di Sidoarjo, Jumat (10/2/2017).
Produksi jamu ilegal tersebut dilakukan di Pergudangan Satria Eco Park, Bypass Krian, Balongbendo.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, merilis secara pribadi kasus tersebut.
"Peredaran jamu palsu ini meraup untung Rp 1,8 miliar per bulan. Sudah kami incar lama, baru sekarang ketahuan lokasi pembuatannya," kata Machfud kepada para wartawan.
Sampai berita ini ditulis, Kapolda didampingi Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Anwar Nasir masih melakukan inspeksi terhadap pabrik tersebut.
Pabrik jamu palsu di Pergudangan Satria Eco Park (PSEP), Balongbendo, terbongkar setelah anggota Ditreskrimsus Polda Jatim mengetahui peredarannya di Gresik.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, mengatakan mendapat laporan masyarakat jika ada peredaran jamu palsu di warung wilayah Gresik.
Setelah ditelusuri beberapa waktu, diketahui pabriknya berada di Sidoarjo.
"Kami buntuti truk pengangkut jamu-jamu tersebut. Setelah kami intai beberapa lama, akhirnya diketahui berada di lokasi ini (PSEP)," kata Machfud, Jumat (10/2/2017).
Machfud menyatakan telah mengetahui pemilik pabrik tersebut.
"Identitasnya sudah kami ketahui, orang Banyuwangi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pabrik-jamu-palsu_20170210_130213.jpg)