Harga Cabai
Harga Cabai Meroket, Pedagang Soto Terpaksa Oplos Cabe Rawit Segar dan Cabe Kering
Seorang pedagang Soto Lamongan di Kawasan Galaxy Mall Jalan Dharmahusada Indah Timur No.35 - 37, Mulyorejo, Surabaya terpaksa mengoplos cabe kering...
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Manik Priyo Prabowo
TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Seorang pedagang Soto Lamongan di Kawasan Galaxy Mall Jalan Dharmahusada Indah Timur No.35 - 37, Mulyorejo, Surabaya terpaksa mengoplos cabe kering dengan cabe segar.
Pedagang soto bernama Widodo (50) ini, menyampur cabe kering dan cabe segar dikarenakan harga cabe yang tak kunjung turun.
"Harganya naik turun. Sekilo bisa sampai Rp 200 ribu, Rp 160 ribu," jelasnya kepada TribunJatim.com, Senin (20/2/2015).
Selain mencapai harga tertinggi Rp 200 ribu, cabe rawit segar oplosan stagnan seharga Rp 140 ribu.
Oleh sebab itu, Pedagang Soto yang akrab disapa Cak Wit ini mengoplos cabe kering seharga Rp 60 ribu.
"Kalau cabe merah segar Rp 200 ribu, cabe oplos merah dan hijau segar Rp 140 ribu," paparnya.
Menurut Cak Wit, oplosan cabe tak merubah citarasa sotonya.
Sehingga untuk menghemat dirinya harus mengoplos cabe kering dan segar.
"Saya berharap supaya harga cabe tak setinggi ini. Agar pedagang tak kesulitan menjual soto," pungkasnya.
Harga cabe yang melambung tinggi ini tak pernah ia rasakan selama 30 tahun menjual soto.
Biasanya harga cabe paling tinggi hanya di kisaran Rp 80 ribuan saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/cabe-oplos_20170220_080112.jpg)