Wow, Polresta Sidoarjo Tangkap 94 Tersangka Narkoba, masih Buru Bandarnya
"Kami akan gencarkan ungkap kasus narkoba sebagai upaya pemberantasan jaringan dan peredaran narkoba di Kota Delta," kata Kombes Pol Anwar Nasir saat
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan Surya, Irwan Syairwan
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Polresta Sidoarjo mengamankan 94 tersangka narkoba, Senin (20/2/2017).
Para tersangka ini diciduk setelah polisi menggelar Operasi Bersinar Semeru (OBS) selama 12 hari yang dimulai 2 Februari lalu.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Anwar Nasir, mengatakan Sidoarjo menjadi wilayah nomor 2 se-Jatim setelah Surabaya untuk penyalahgunaan narkoba.
"Kami akan gencarkan ungkap kasus narkoba sebagai upaya pemberantasan jaringan dan peredaran narkoba di Kota Delta," kata Kombes Pol Anwar Nasir saat menggelar rilis kasus perkara.
Dari hasil tangkapan itu, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, berupa 74,93 gram ganja, 133,92 gram sabu, 3.449 butir pil koplo, dan delapan butir pil ekstasi.
Kombes Pol Anwar Nasir menegaskan pihaknya akan mengembangkan hasil tangkapan ini untuk mengincar bandar-bandar besar.
"Pasti akan kami telusuri bandar besarnya," ujar Kombes Pol Anwar Nasir kepada TribunJatim.com .
Selain merilis tersangka narkoba, Kombes Pol Anwar Nasir juga mengimbau kepada para kades yang wilayahnya termasuk dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) BPN Sidoarjo untuk mengembalikan uang tarikan ke masyarakat.
Kombes Pol Anwar Nasir berjanji tidak akan mengusut kasus tersebut jika uang tarikan yang diduga pungli itu dikembalikan.
"Kalau sudah dikembalikan, clear, tidak akan kami tindak," ujarnya.
Anwar menerangkan program PTSL ini gratis dan tidak dipungut biaya. Namun memang, pemohon program harus menyediakan sendiri biaya materai dan patok tanah.
Kendati demikian, lanjut Kombes Pol Anwar Nasir, harga kedua benda itu di pasaran tidak sampai ratusan ribu, apalagi jutaan.
Penarikan biaya yang tidak wajar inilah yang diperkarakan karena diduga memiliki unsur pungli.
"Yang saat ini belum terungkap, kami beri waktu untuk mengembalikan ke warga. Kami pun ingin program PTSL ini berjalan lancar," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-sidoarjo-pelaku-narkoba-di-mapolres-sidoarjo_20170220_185552.jpg)