Profesor Ini Tiba-tiba Menangis Tersedu-sedu, Gara-garanya Ini
Sidang terbuka Senat Universitas Negeri Malang (UM) dalam rangka pengukuhan dua guru besar, Selasa (27/02/2017) diwarnai air mata.
Laporan Wartawan Surya, Neneng Uswatun Hasanah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sidang terbuka Senat Universitas Negeri Malang (UM) dalam rangka pengukuhan dua guru besar, Selasa (27/02/2017) diwarnai air mata.
Usai menyampaikan pidato masing-masing, kedua guru besar yang dikukuhkan hari itu, yakni guru besar Fakultas Teknik, Prof Dr Waras Kamdi MPd, dan guru besar Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof Dr Andi Mappiare AT MPd, sama-sama meneteskan air mata.
Mereka tak kuasa menahan haru saat menyampaikan ucapan terima kasih pada orang-orang yang berperan besar dalam peraihan predikat guru besar mereka.
Prof Waras menangis ketika memberi ucapan terima kasih pada sang ibu, Martini yang berjuang keras untuk anak-anaknya. "Ini kali pertama ibu saya menginjakkan kaki di kampus anaknya, karena kelalaian saya yang tidak pernah mengikuti wisuda," ujarnya.
Ia juga meneteskan air mata saat mengucapkan terima kasih pada sang almarhum ayah, Kamdi yang selalu sabar kepada anak-anaknya.
Sedangkan Prof Andi menangis ketika memberi ucapan terima kasih pada orang-orang yang telah tiada namun berperan besar dalam kesuksesannya hingga saat ini. Serta kepada sang istri, Emmy Sriyekti yang setia berada di sampingnya.
"Terima kasih telah mencurahkan banyak perhatian, kasih sayang, pemikiran, dan tindakan jitu," katanya.
Keduanya kemudian dikukuhkan oleh ketua komite guru besar dengan pengalungan gordon yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pengukuhan-profesor-universitas-negeri-malang_20170228_122920.jpg)