VIDEO - Jasa Perahu di Sungai Brantas Kediri Mendadak Laris, Ini Penyebabnya

Terputusnya Jembatan Ngadi Kediri- Tulungagung telah menjadi berkah bagi para pemilik perahu tambang Sungai Brantas di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Ka

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni Iskandar

Laporan Wartawan Surya, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Terputusnya Jembatan Ngadi Kediri- Tulungagung telah menjadi berkah bagi para pemilik perahu tambang Sungai Brantas di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Karena jumlah penumpang perahu mengalami peningkatan setelah Jembatan Ngadi putus diterjang banjir.

Salah satu pemilik perahu tambang Sungai Brantas yang mendapat berkah adalah Mashudi (50). Karena dalam seharian kemarin ada peningkatan jumlah penumpang yang naik perahu tambangnya.

Mashudi merupakan salah satu pemilik perahu tambang yang beroperasi di Desa Ngadi. Jalur perahu tambang milik Mashudi ini menghubungkan Desa Ngadi di Kecamatan Mojo dengan Desa Banjarsari di Kecamatan Ngantru.

Pasca putusnya Jembatan Ngadi, Kediri telah membuat jalur transportasi masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri dengan Tulungagung juga terputus. Masyarakat harus menempuh jalan memutar dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

Jika melalui jalur darat dengan kendaraan roda empat warga dari Kediri dan Tulungagung harus memutar melalui Jembatan Ngujang dengan jarak tempuh dua kali lebih jauh.

Sementara yang memanfaatkan perahu tambang harus lewat Ngantru menyeberang Sungai Brantas. Jarak tempuh dapat diperpendek dengan menumpang perahu tambang.

Untuk setiap sepeda motor dikenakan biaya Rp 2.000. Rata-rata dalam sekali berangkat ada 10 - 25 penumpang yang naik perahu.

Baca: Putus Diterjang Banjir, Warga Lewat Jembatan Darurat

Terbanyak masyarakat dari wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri atau warga Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung.

Mashudi sendiri telah mempersiapkan lonjakan penumpang perahu tambang dengan memperbaiki jembatan sesek. Karena penumpang perahu tambang turun dari perahu melalui titian jembatan sesek ke bantaran Sungai Brantas.

"Ini jembatan seseknya masih kami perbaiki karena ada yang rusak diterjang banjir kemarin. Termasuk kawat baja perahu juga masih kami perbaiki," jelasnya.

Mashudi malahan siap mengoperasikan perahu tambangnya selama 24 jam untuk menyeberangkan masyarakat yang membutuhkan jasanya. Ada 8 kru yang bergiliran mengoperasikan perahu tambang.

Selain Mashudi di sekitar Jembatan Ngadi setidaknya ada tiga pemilik perahu tambang lainnya. Pemilik perahu inilah yang mendapat berkah karena penumpang perahunya mengalami lonjakan.
Beberapa penumpang itu ada pelajar yang bersekolah baik di wilayah Kediri atau sebaliknya di Karangrejo, Tulungagung.

"Mulai hari ini kami berangkat naik perahu tambang," ungkap Budi Santoso pelajar MTs.

Baca: Jembatan Putus jadi Tontonan Warga, Nekat Terobos Police Line

Budi bersama rekan-rekannya berharap Jembatan Ngadi segera diperbaiki sehingga tidak lagi naik perahu tambang.

"Sebenarnya ada jalur alternatif lewat jembatan darurat di Desa Ngetrep, tapi jalannya sulit dan jaraknya lebih jauh sekitar 7 KM," jelasnya.

Sementara Suswanti (35) salah satu guru yang tinggal di Karangrejo dan mengajar di Kecamatan Mojo juga menuturkan harapannya supaya Jembatan Ngadi segera diperbaiki.

"Mulai hari ini kami naik perahu, jaraknya agak lebih jauh dan butuh waktu sekitar 30 menit. Apalagi akhir-akhir ini Sungai Brantas juga meluap," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved