Begini Cara Penanganan Pasien TB Menurut Kepala Puskesmas Krembangan Selatan Surabaya

Tubercolusis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman TB Mycobacterium Tuberculosis yang dahulu disebut TBC.

Tayang:
Penulis: Ani Susanti | Editor: Dwi Prastika
Tribunjatim.com/Ani Susanti
Dayanti Dadi Ningrum, Kepala Puskesmas Krembangan Selatan, saat ditemui usai acara pelepasan kader Gerakan Ketuk Pintu 1000 Rumah Warga di Puskesmas Krembangan Selatan, Senin (6/3/17) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ani Susanti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tubercolusis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman TB Mycobacterium Tuberculosis yang dahulu disebut TBC.

Kuman ini seringkali menyerang paru-paru.

Namun selain itu, kuman ini juga dapat menyerang ogan tubuh lainnya seperti selaput otak, kulit, kelenjar dan tulang.

Gejala awal penyakit ini bisa berupa batuk berdahak, demam dan lemas.

Untuk penanganan awal, apabila mengalami gejala di atas, maka harus segera diperiksakan ke Puskesmas untuk mendapatkan pengamanan apabila dinyatakan positif.

Hal ini disampaikan oleh Dayanti Dadi Ningrum, Kepala Puskesmas Krembangan Selatan, Surabaya, Jawa Timur.

"Apabila seseorang dinyatakan positif TB, maka akan segera diberikan penanganan untuk pengobatan," ujarnya, Senin (6/3/17).

Baca: Peringati Hari TB, Aisyiyah Surabaya Pasang Genteng Kaca di Sejumlah Rumah Warga

Dayanti juga menjelaskan, ada beberapa tahap untuk proses penanganan ini.

"Jika sudah batuk lebih dari dua minggu, maka akan ada pemeriksaan sputum atau dahak pasien di laboratorium. Apabila positif maka akan diberikan paket obat untuk enam bulan," jelas Dayanti pada TribunJatim.com.

Selama enam bulan juga harus dilakukan pengawasan dan pendampingan.

"Selama enam bulan, pasien akan diawasi oleh pendamping yang berasal dari keluarga terdekat untuk Pengawasan Minum Obat (PMO). Jadi, pendamping akan memastikan bahwa pasien teratur minum obatnya," tambahnya.

Selain itu, pasien akan diminta untuk mengontrol pengobatan dua bulan sekali ke Puskesmas.

"Setiap dua bulan akan dilakukan pengecekan kondisi pasien, apabila sudah membaik maka pengobatan dihentikan," tutur Dayanti Dadi Ningrum.

Namun, jika selama enam bulan pasien belum sembuh dengan mengkonsumsi obat, maka akan dilakukan pengobatan kategori berikutnya yakni dengan suntikan.

"Jika dengan beberapa kategori masih belum sembuh, maka harus dirujuk ke rumah sakit. Oh iya, pengobatan TB gratis selain biaya saat pemeriksaan, itupun hanya sekita Rp 11.000 saja," tegas Dayanti.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved