Surabaya
Pertumbuhan Ritel Melambat, Kadin Surabaya Sebut Hal Ini yang Jadi Penyebabnya
Pertumbuhan ritel di Jawa Timur, khususnya Surabaya sedang melambat pada tahun 2017.
Penulis: Aulia Fitri Herdiana | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aulia Fitri Herdiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pertumbuhan ritel di Jawa Timur, khususnya Surabaya sedang melambat pada tahun 2017.
Misalnya, untuk pertumbuhan kelompok makanan pada tahun ini yang mencapai 7,3 persen Year over Year (YoY).
Jumlah itu lebih rendah dibandingkan angka pertumbuhan pada Desember 2016 yang mencapai 10,5 persen YoY.
Terkait hal itu Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Jamhadi mengatakan, terdapat beberapa penyebab yang membuat pertumbuhan ritel melambat.
"Pertumbuhan ritel melambat, karena kita diserbu oleh produk-produk luar negeri,"kata Jamhadi usai diskusi Indonesia Services Dialogue (ISD) di PT HM Sampoerna, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/3/2017).
Baca: Sektor Jasa Dianggap Tidak Banyak Menyerap Tenaga Kerja, Begini Tanggapan ISD
Padahal, menurut Jamhadi ritel memiliki kontribusi sebesar 10 persen untuk ekonomi Jawa Timur.
Meski demikian, Jamhadi menganggap saat ini gerakan lambat pertumbuhan ritel itu masih belum terlalu dirasakan oleh Surabaya, dan Jawa Timur.
"Tapi, tentunya kita harus sudah bersiap dari sekarang, agar tidak terlambat. Satu di antaranya adalah meningkatkan partisipasi konsumen dalam negeri, " ujar Jamhadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/jamhadi-tengah-dan-taufikkurahman-kiri-usai-diskusi-isd_20170310_150411.jpg)