Sukses Raih 600 Piala, Bocah Model Ini Jadi Pemain Harpa Perempuan Pertama

Sukses meraih 600 piala, bocah model ini berhasil menasbihkan diri sebagai perempuan pertama yang menjadi pemain harpa.

Tayang:
Editor: Mujib Anwar
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Charlize Cahyadi, siswa kelas VI SD memperlihatkan ratusan piala di rumahnya di kawasan Dharmahusada Indah Surabaya, Kamis (9/3/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ny Megawati Tan sangat bersyukur atas berbagai prestasi yang diraih Charlize Cahyadi, putrinya yang sekarang duduk di kelas VI SDK Santa Theresia Surabaya.

Meski baru berusia 12 tahun, Charlize sudah mengoleksi sekitar 600 piala dari berbagai lomba yang diikutinya.

Mulai dari lomba modeling, desain fashion, mewarna dan lomba piano.

“Ada sekitar 600 piala. Paling banyak dari modeling,” kata Ny Megawati saat ditemui di kediamannya di Jalan Dharmahusada Indah, Surabaya, Rabu (8/3/2017).

Sejak Charlize kecil, Ny Megawati berusaha memahami bakat anaknya.

Setelah tahu kelebihan dan kegemaran sang anak di bidang modeling, keluarga pengusaha consumer goods ini pun memutuskan untuk mengikutkan Charlize di sekolah model.

Seiring berjalannya waktu, beberapa bakat lain pada bocah ini juga terus bermunculan, termasuk bermain piano, desain, fashion, menyanyi, mewarna dan yang terbaru bakat memasak.

Sebagai orangtua, Megawati mengaku tak pernah lelah untuk mendorong pengembangan bakat anaknya, dengan mengursuskan piano, vokal, fashion dan sebagainya.

Ternyata semua bidang yang digeluti Charlize berhasil menorehkan prestasi.

Bahkan, baju-baju yang didesainnya telah digunakan di beberapa acara di sekolah maupun di kegiatan lain.

Sementara itu, Ny Yenny Feliana juga merasa bangga dengan pencapaian yang diraih putrinya, Jessica Sudarta (19), di bidang musik.

Putri sulungnya itu kini menjadi satu-satunya pemain harpa perempuan atau yang pertama di Surabaya dan sudah Go Internasional.

“Semua itu anugerah Tuhan. Setiap yang diciptakan (Tuhan) pasti ada tujuan. Sekarang saya hanya bisa bangga dengan prestasi yang dicapai anak saya (Jessica),” kata Yenny, Rabu (8/3/2017).

Jessica pernah tampil bersama 36 harpist dari seluruh dunia dalam ajang World Harp Congress 2014 di Sydney, Australia.

Selanjutnya, Jessica meraih juara ke-4 kompetisi harpa 2015 di Hong Kong.

Sejak itu, Jessica semakin sering tampil di event internasional, di antaranya mengikuti Dutch Harp Festival, Jazz Harp Workshop, dan Singapore Harp Festival.

Tahun ini, Jessica akan tampil kembali di World Harp Congress 2017 di Hong Kong sebagai honorable winner.

Sekarang, Jessica menempuh pendidikan sarjana musik di Universitas John Hopkins, Amerika Serikat.

Di sela-sela kuliah, Jessica masih memberi kursus harpa ke anak-anak Indonesia menggunakan metode pembelajaran jarak jauh menggunakan internet.

Keberhasilan Jessica menjadi harpist memang tidak lepas dari peran kedua orangtuanya, Jefri Sudarta dan Ny Yenny Feliana.

Terutama peran sang ibu cukup besar dalam membentuk karakter bermusik Jessica. Ia mulai mengenalkan Jessica dengan dunia musik sejak usia 3 tahun.

“Hidup bukan asal saja tapi harus ada visi dan diatur sejak dini. Begitu juga dengan keberhasilan anak saya sekarang ini juga sudah mulai ditata sejak usia dini,” tutur Ny Yenny.

Ny Yenny awalnya mengursuskan Jessica di bidang tarik suara (menyanyi). Dari situ, Yenny melihat bakat anaknya di bidang musik.

Setahun kemudian, ketika Jessica menginjak usia 4 tahun, ia mulai mengursuskan piano.

Sejak itu, Jessica bermain piano hingga usia 13 tahun. Memasuki usia 13 tahun, Jessica baru menekuni bermain alat musik harpa.

“Sebenarnya, pada usia tiga tahun saya sudah ingin mengursuskan dia (Jessica) main harpa. Tapi, ketika itu saya masih bingung di mana cari guru les dan beli alatnya,” ujar ibu rumah tangga yang tinggal di Sukomanunggal itu.

Pengalaman tak jauh beda juga dirasakan Ny Naniek Tandio. Sebagai ibu, dia mengaku sangat lega melihat anak ketiganya, Clarissa Aurelia, berulang kali menjadi juara lomba piano tingkat internasional.

Sekarang ini Clarissa sudah berusia 15 tahun. Pada 2015, siswa kelas X itu menjadi juara tingkat internasional dalam lomba piano yang digelar di Malaysia.

Sebelumnya, ia juga menjadi jawara saat mewakili Indonesia di Taiwan pada perlombaan tingkat Asia Pasifik.

“Saat di Taiwan itu Clarissa juara tiga. Tapi, dia juga menjadi juara sebagai peserta dengan usia paling muda. Ketika itu dia baru berusia 8 tahun,” ungkap Ny Naniek.

Diceritakan, kemampuan bermain piano Clarissa sudah terlihat sejak kecil.

Ini kemungkinan karena Ny Naniek sendiri juga seorang guru les piano, ia berusaha mengembangkan bakat anaknya dengan mengajarinya sendiri di rumah.

“Ketika dia berusia lima tahun, sudah diterima di sekolah musik ternama dan dimasukkan dalam kelas khusus. Waktu itu, Clarissa juga sudah bisa mengarang lagu,” kisahnya.

Jalur Khusus

Sejumlah siswa yang berprestasi di jalur nonakademis ini juga akan mendapat 'penghargaan' dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya.

Mereka bisa masuk sekolah di level atasnya melalui jalur prestasi.

Sementara itu, Kepala Dindik Kota Surabaya, Ikhsan menyampaikan, penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk siswa berprestasi yang akan masuk SMP secara umun sama dengan tahun lalu. Sedangkan untuk masuk SMA/SMK, mulai tahun ini ditangani Pemprov Jatim.

“Secara umum sama, yang berprestasi akan ikut PPDB jalur khusus. Selain harus memenuhi persyaratan umum, juga harus melampirkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) penduduk Kota Surabaya,” jawab dia.

Prestasi nonakademis yang masuk kategori, seperti juara I, II, III tingkat Jawa Timur pada Pekan Seni Pelajar (PSP). Dan juara I, II,III tingkat Provinsi Jawa Timur Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Secara umum PPDB di Kota Surabaya dibagi menjadi dua, yaitu jalur khusus yang diperuntukkan bagi warga kota Surabaya.

Jalur ini terbagi menjadi jalur mitra warga untuk siswa tidak mampu dan jalur prestasi baik akademik maupun non akademik. (M Taufik/Samsul Hadi/Aflahul Abidin/Sulvi Sofiana)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved