Empat Hari Razia di Rutan Medaeng, Petugas Rutan Amankan Lima Tahanan Bawa Sabu

Dalam empat hari terakhir, petugas Rutan Medaeng berhasil mengamankan lima tahanan yangtertangkap basah membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Yoni Iskandar
TrbunJatim/Irwan Syairwan
Tiga tahanan di Medaeng kedapatan bawa sabu 

 Laporan Wartawan Surya, Irwan Syairwan

 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Dalam empat hari terakhir, petugas Rutan Medaeng berhasil mengamankan lima tahanan yangtertangkap basah membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Hasil ini diperoleh setelah Kepala Rutan Medaeng Bambang Haryanto mengeluarkan kebijakan menggelar razia tahanan setiap hari.

Bambang mengatakan pada Senin (13/3/2017) lalu pihaknya mengamankan dua tahanan atas nama Ramadhan warga Pakis Tirto Surabaya dan Defri warga Palu Selatan.

"Kamis (16/3/2017), kami mengamankan kembali tiga tahanan yang kedapatan tangan membawa sabu setelah kami lakukan razia," kata Bambang kepada TribunJatim.com.

Bambang menuturkan pada razia Senin lalu pihaknya menyita 5 gram sabu. Kali ini, jumlahnya bertambah menjadi 10 gram sabu yang dibagi ke dalam 16 paket sabu.

Baca: Temukan Narkoba Di Rutan Medaeng, Petugas Rutan: Ini Baru Ditemukan Sejak Dua Bulan Razia

Sabu itu ada yang dipakai ketiga tahanan, namun ada juga yang diedarkan di dalam lapas.

Ketiga tahanan yang baru diamankan itu atas nama Hidayatul Firdaus warga Kedinding Lor Surabaya, Gatot Setiawan warga Tuban, dan Ahmat Sowi warga Sampang Madura.

Sabu itu berhasil disita setelah petugas Rutan menggeledah baik ruang tahanan maupun tubuh tahanan.

"Kami temukan ada di dalam saku celana ketiga tahanan tersebut," sambungnya.

Saat menggeledah kamar tahanan, petugas menyita 18 buah ponsel berbagai merek. Bambang memastikan kasus yang menjerat kelima tahanan tersebut akan bertambah lagi karena kepemilikan narkoba ini.

"Kami serahkan ke Polsek Waru untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Termasuk modus operandi masuknya barang haram tersebut," ungkapnya.

Bambang menyatakan akan terus melakukan razia setiap hari agar mata rantai peredaran narkoba yang ada di rutan atau yang dikendalikan dari rutan akan terputus.

"Akan kami razia terus agar tak ada lagi peredaran narkoba di rutan," tegasnya.

Ahmat Sowi mengaku membeli sabu tersebut dari rekannya yang juga ditangkap, Firdaus. Satu paket sabu ia beli seharga Rp 150.000.

"Lagi sakaw (sakit karena narkoba), jadi harus pakai (narkoba)," ujar Ahmat yang tersandung kasus narkoba ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved