Banyak yang Rusak, Angka Kecelakaan di Lamongan Sangat Fantastis
Kerusakan Jalan Nasional Lamongan - Babat, ternyata menjadi pemicu tingginya angka kecelakaan di wilayah hukum Lantas Lamongan.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Kerusakan Jalan Nasional Lamongan - Babat, ternyata menjadi pemicu tingginya angka kecelakaan di wilayah hukum Lantas Lamongan.
Pada jalan empat ruas dengan dua jalur itu terdata, rata - rata terjadi dua kejadian kecelakaan dalam sehari.
"Pemicu jelas, karena jalan rusak," ungkap Kanit Laka, Ipda Henky Yuwana saat dikonfirmasi Tribunjatim.com terkait kerapnya kejadian kecelakaan di sepanjang jalan Lamongan - Babat, Selasa (28/3/2017).
Mayoritas kecelakaan itu dialami pengguna sepeda motor. Itu sangat relefan, karena motor - motor itu banyak yang terjebak dalam lubang - lubang jalan yang rimbun di sepanjang jalan Lamongan - Babat.
Sementara mobil yang mengalami kecelakaan penyebabnya sama.
"Bukan jalan licin, tapi karena jalan rusak. Jalan rusak begitu parah, mana mungki ada jalan licin," tandasnya.
Baca: Bangun Jalan Rusak, Pemkab Lamongan Gelontor Anggaran Rp 121,5 Miliar
Apa yang diungkapkannya bukan berdasar asumsi, tapi itu realita lapangan. Termasuk data pendukung yang berbicara.
Diungkapkan, rata - rata dua kali terjadi kecelakaan dalam sehari dengan jumlah korban meninggal dan luka parah yang cukup signifikan. Kejadian kecelakaan pada Januari sebanyan 94 kecelakaan, meninggal di lokasi kejadian 17 orang, luka berat 1, luka ringan 106.
Sedang pada Pebruari ada sebanyak 65 kecelakaan, meninggal dunia di tempat kejadian sebanyak 10 orang. Luka ringan 80, dan meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit 2 orang korban.
"Kebanyakan yang ngalami kecelekaan itu pengguna sepeda motor," katanya.
Sedang pada Maret hingga akhir hari ini ada sebanyak 60 kejadian, meninggal 11 orang, luka berat 5, dan luka ringan 60 korban.
Pengguna jalan yang mengendarai roda dua dan mengalami kecelakaan kondisi sepeda motornya mengalami kerusakan cukup parah.
Mereka terjebak, kemudian terjungkal sampai terseret. Pengemudi rata - rata sampai lepas dari sepeda motornya.
Banyak juga yang terjebak dan terguling. Korbannya lepas kemudian ditabrak kendaraan roda empat yang melaju dari arah yang sama.
Henky mengungkapkan, pihaknya akan berupaya meminta yang dinas yang berkompeten untuk bisa memberikan penjelasan sejauh mana jalan itu diperbaiki.
"Kalau perlu waktu ada perbaikan, harus diawasi. Apa sudah sesuai atau tidak," tandasnya kepada TribunJatim.com .
Sebab lanjut Henky ini akan sangat berpengaruh dengan kualitas jalan. Kalau nambalnya asal - asalan, akan terus terjadi kerusakan dengan waktu yang cukup pendek.
Kerap muncul istilah yang cukup ironis terkait kerusakan jalan di Lamongan, yakni 1000 lubang jalan.(Surya/ Hanif Manshuri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-lamongan-jalan-banyak-rusak_20170328_145855.jpg)