Mengancam Ekosistem Burung Udang Biru, Pengamat Burung Minta Pembangunan Bronjong Kali Dikaji Ulang
Pembangunan bronjong kali akan merusak ekosistem yang ada, pembabat pohon bakau yang ada di sepanjang tepian sungai.
Penulis: Nurul Aini | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pembangunan Bronjong Kali di sepanjang tepian sungai Avour Wonorejo ditolak komunitas peduli lingkungan dan kelompok petani tambak setempat.
Mereka beranggapan, pembangunan bronjong kali tidak banyak membawa manfaatnya dibandingkan efek negatif yang akan ditimbulkan.
Pembangunan bronjong kali akan merusak ekosistem yang ada, pembabat pohon bakau yang ada di sepanjang tepian sungai.
Efeknya tidak berhenti di pembabatan pohon bakau saja, namun juga kehidupan satwa yang tinggal tepian sungai.
Tribunjatim.com bertemu pengamat burung di kawasan konservasi wonorejo, Minggu (2/4/2017).
Iwan Febrianto atau lebih dikenal dengan nama Iwan Londo mengatakan, pemasangan bronjong batu di tepian sungai akan menggangu satwa yang tinggal di tempat tersebut.
"Satu contoh burung raja udang. Burung ini membuat sarang di tanah, ya di tepian sungai itu banyak. Nyari makannya juga di tepi sungai, udang dan ikan kecil," kata Iwan di Wonorejo.
Jika tepian sungai diganti bronjong batu, lanjut Iwan, "Mana kuat paruh burung matok batu," kelakarnya.
Burung jenis raja udang termasuk burung yang dilindungi undang-undang.
Bentuknya kecil sekitar 10 cm, warnanya biru cerah dengan kombinasi putih dan hitam, paruhnya berbentuk lancip panjang.
Paruh tersebut yang digunakan menggali sarang di tanah serta menangkap udang dan ikan sebagai makanan.
Selain burung raja udang terdapat jenis burung lain yang mencari makan di tepi sungai dan hidup di area pohon bakau.
Laki-laki yang sudah sejak 1999 mengamati burung di Wonorejo ini menyayangkan jika pembangunan diteruskan.
Ia berharap Pemkot mengkaji ulang pembangunan bronjong batu tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/raja-udang-biru-wonorejo-6-juni-2016-dok-ivan-martin_20170403_100521.jpg)