Awalnya Menganggur, Lima Pemuda ini Kini Jual Replika Robot Transformer Seharga Rp 15 Juta

Didik Prasetyo (36) yang merupakan satu di antara lima pemuda penggagas produksi replika robot Transformers itu mengutarakan, usaha produksi yang...

Tribunnews.com
Suasana perkampungan di Dusun Kadipurwo RT 02 RW 06, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, yang semula sepi tiba-tiba riuh dipenuhi puluhan anak-anak, remaja, dan para orangtua begitu melihat ada empat sosok robot Transformers berjalan menuju halaman rumah warga di dusun setempat, Jumat (31/3/2017) sore. 

TRIBUNJATIM.COM, SEMARANG - Dusun Kadipurwo RT 02 RW 06, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, riuh dipenuhi anak-anak orang tua.

Wilayah yang biasanya sepi itu dihebohkan empat robot ala film Transformers yang berjalan menuju halaman rumah warga di dusun setempat, Jumat (31/3/2017) sore.

Di halaman itu, keempat robot itu melakukan beragam aksi, mulai dari seolah-olah bertarung menggunakan senjata yang dimiliki masing-masing robot hingga berjoget.

Baca: Empat Robot Transformer Jalan-Jalan Kecamatan Tengaran Semarang? Kok Bisa?

Warga pun memanfaatkan momen itu untuk berfoto bersama menggunakan telepon seluler yang mereka miliki.

Satu di antara mereka adalah Salwa Mufiatul Mufida (9), warga dusun setempat.

Salwa yang semula berada di dalam rumahnya bergegas keluar menuju pusat keramaian yang jaraknya hanya berkisar 100 meter.

Begitu melihat yang membuat ramai suasana itu, dia bersama beberapa rekan sebayanya meminta berfoto bersama robot.

“Meskipun saya perempuan, saya suka kalau nonton film-film robot. Apalagi beberapa sosok robot itu saya tahu. Film Transformers pun beberapa kali pernah saya tonton bersama teman-teman. Satu di antaranya yang saya sukai adalah yang berwarna kuning (figur Bumblebee),” kata Salwa. 

Didik Prasetyo (36) yang merupakan satu di antara lima pemuda penggagas produksi replika robot Transformers itu mengutarakan, usaha produksi yang dinamai Kurnia Robot itu dirintis pada Januari 2016 lalu.

Awal kehadirannya pun berangkat dari mereka berkumpul dan berdiskusi untuk membuat sesuatu yang bermanfaat.

“Bermanfaat yang dimaksud itu ya bisa untuk menyambung hidup, meringankan beban kebutuhan sehari-hari. Mayoritas kami adalah seorang pengangguran ketika itu. Dari diskusi itu, keluarlah ide gila untuk membuat robot dan kebetulan ketika itu yang ramai adalah tentang Transformers,” kata Didik. Lanjutkan ke halaman kedua

Apa yang digagas tersebut ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Untuk dapat merealisasikannya menjadi wujud robot yang nyata, kelimanya harus iuran untuk membeli bahan.

Awal yakni iuran masing-masing Rp 100.000 untuk membeli bahan yang biasa disebut spons eva atau busa ati.

Ternyata masih kurang, mereka pun kemudian iuran lagi hingga akhirnya terkumpul Rp 1 juta.

“Yang paling sulit saat memproduksi, ya dalam pembentukan robot dan pengecatan. Kami harus detail, jangan sampai berbeda jauh dengan gambar yang kami contoh, meskipun alat-alat yang digunakan baru sebatas gunting, cutter, dan penggaris. Cat yang kami gunakan adalah cat sintetis. Lalu untuk membuat warna semakin hidup, kami semprotkan minyak M3,” ungkapnya.

Untuk saat ini, Didik (36), Bowo (40), Khoirul Anam (18), dan Husni Wari (28) selama setahun terakhir ini telah berhasil memproduksi sekitar 5 robot displai dan 11 kostum robot.

Apabila ada pihak yang hendak menyewa robot kostum, mereka mematok harga antara Rp 150.000 hingga Rp 500.000 per hari.

Untuk pengerjaan robot kostum, mereka membutuhkan waktu paling cepat dua bulan per robot.

Khusus untuk robot display setinggi rata-rata 3 meter butuh waktu sekitar 3 bulan.

Tiap robot kostum, merek mematok harga Rp 7 juta.

Sedangkan untuk robot display Rp 15 juta per buah

“Seringnya robot-robot kostum tersebut dimainkan atau disewa di objek-objek wisata, seperti di Kampoeng Kopi Banaran Bawen, Tlatar Boyolali, bahkan untuk kegiatan Car Free Day (CFD) di Simpanglima Kota Semarang maupun Solo. Dari seluruh produk itu, terakhir kami kirim pesanan warga Surabaya Jawa Timur. Sebelumnya orang Sumatera pun pernah,” katanya.

(Tribun Jateng/Deni Setiawan)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved