Wow, Sukses Berjaya di Kompetisi Internasional, Tim Robotika UMM Bakal Terima Apresiasi Sebanyak Ini

Namun, masing-masing tim tetap diminta mengembangkan konsepnya, dan dirancang agar bisa sampai pada industrialisasi robot.

Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Januar
Istimewa
Tim Robotika UMM yang berjaya di Amerika Serikat 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Manik Priyo Prabowo

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keberhasilan dua tim robot Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih juara satu, dan dua pada kontes robot internasional di Trinity College Amerika Serikat (AS), 1-2 April 2017 lalu, mendapat apresiasi khusus dari pihak universitas.

Apresiasi yang diberikan pihak kampus berupa pembebasan biaya SPP.

Selain itu, mereka juga akan mendapatkan insentif individu, serta setiap anggota tim juga dibebaskan dari tugas akhir, dan sejumlah mata kuliah yang ekuivalen, seperti Robotika, Mekatronika, dan Micro Controller.

Namun, masing-masing tim tetap diminta mengembangkan konsepnya, dan dirancang agar bisa sampai pada industrialisasi robot.

Baca: Kondisi Air di Surabaya Keruh, PDAM Bakal Lakukan Langkah Ini

Terkait hal ini, Rektor UMM Fauzan mengatakan, pada Agustus nanti akan ada festival riset, di mana salah satu acaranya yaitu Entrepreneurship Summit.

“Di situ, hasil riset terbaik dari mahasiswa dan dosen UMM akan ditemukan dengan para pengusaha. Pada momen ini, robot-robot yang sudah terbukti kualitasnya itu tentu akan menarik kalangan industri,” kata Fauzan.
Sebelumnya, dua tim robot yang berjaya dalam kompetisi itu adalah Tim InaMuh sebagai juara 1 dan tim Unmuh Malang juara 2 untuk kategori robot berkaki.

Di final, tim yang terdiri dari para mahasiswa Fakultas Teknik UMM itu harus bersaing dengan sejumlah kontestan lainnya yang telah diseleksi di negaranya masing-masing, di antaranya dari Kanada, Tiongkok, Israel, Portugal, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.

Ada dua hal yang menjadi keunggulan robot-robot UMM, yaitu kecepatan dan ketepatan.

Hal itu lantaran robot UMM dibekali dengan sepuluh sensor, yaitu delapan sensor ultrasonik dan dua sensor infra merah sebagai sensor jarak.

Sensor-sensor tersebut digunakan agar mudah mendeteksi posisi lilin dan dapat menjangkau lilin dengan cepat dan tepat.

Selain itu, robot UMM juga dibekali sensor flame UVTRON-R9454 untuk mendeteksi api lilin.

Sensor ini sangat baik jika dibandingkan dengan sensor flame yang lain, karena mampu menangkap cahaya ultraviolet dengan jangkauan spektrum185 nanometer (nm) sampai 260 nm, di mana jangkauan itu hanya dimiliki oleh gas api.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved