Ali Fauzi Sebut Terduga Teroris Lamongan Tak Punya Kemampuan Rakit Bom, Hanya . . .
Para terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Anti Teror, Jumat (7/4/2017) dipastikan tidak memiliki kemampuan merakit bom.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM LAMONGAN - Para terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Anti Teror, Jumat (7/4/2017) dipastikan tidak memiliki kemampuan merakit bom.
Bahkan jauh dari masa Trio Bomber Bali, Ali Imron, Amrozi dan Mukhlas.
"Tidak - tidak, mereka ini tidak memiliki kemampuan itu (merakit bom, red)," ungkap Bekas pentolan Moro Islamic Liberation Front, Ali Fauzi saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Jumat (7/4/2017).
Bahkan dilihat jejaknya, terduga ini diduga hanya sebagai operator jaringan ISIS di Jawa Timur.
Artinya hanya menjadi agen untuk orang - orang yang ingin berangkat ke Siriah bergabung dengan ISIS.
Kalau kemampuan merakit bom, Ali Fauzi berpendapat tidak sama sekali.
Mereka ini hanya memiliki semangat untuk berjuang di medan tempur.
Kalau mau disamakan dengan kemampuan seperti kakaknya (Amrozi, Ali Imron dan Mukhlas, red) masih sangat jauh.
"Masanya sangat jauh. Dan Zaenal Anshori bersama sejumlah temannya itu bukan tumbuh di erah kakak saya,"ungkapnya.
Bahkan tertangkapnya Anshori Cs ini kemungkinan besar juga karena pengakuan mereka yang ditangkap di Turki.
Artinya, mereka yang berangkat ke Suriah itu atas perantara jasa dan kemampuan dari Anshori. (Surya/Hanif Manshuri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-lamongan-anggota-polisi-menjaga-ketat-rumah-terduga-teroris_20170407_123908.jpg)