Antisipasi Kemacetan di Kota Malang, ini Solusi Sederhana Pakar Transportasi UB

Prihatin dengan kemacetan di Kota Malang yang makin parah, pakar transportasi ini akhirnya urun regbug memberi solusinya.

Editor: Mujib Anwar
SURYA/NENENG USWATUN HASANAH
Pakar Transportasi Universitas Brawijaya Hendi Bowoputro (paling kiri) di acara bincang santai bersama Humas UB. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kemacetan di Kota Malang sudah menjadi pemandangan sehari-hari, bahkan semakin tahun makin parah.

Penyebabnya, menurut pakar transportasi Universitas Brawijaya (UB), Hendi Bowoputro, adalah terkait budaya masyarakat.

"Masyarakat kita ini sudah terbiasa nyaman. Kemana-mana menggunakan alat transportasi, sehingga tidak heran jalanan makin macet," ujarnya, Jumat (14/4/2017).

Padahal, sarana dan prasarana umum untuk pejalan kaki sudah didesain dengan baik oleh pemerintah. Namun, masyarakat sudah terlanjur tidak terbiasa berjalan dan memanfaatkan fasilitas yang ada.

"Budaya berjalan, menyeberang lewat jembatan penyeberangan atau zebra cross ini harus mulai digalakkan lagi. Fasilitas dari pemerintah bahkan sudah sangat aman untuk digunakan, tapi tetap saja sepi pemakai," jelas dosen Teknik Sipil UB itu.

Beberapa orang sudah ada juga yang berjalan kaki, namun seringkali tidak pada tempatnya. Misalnya berjalan tidak di trotoar atau menyeberang sembarangan.

Untuk menggalakkan pemanfaatan fasilitas dan pematuhan terhadap rambu lalu lintas, Hendi mengatakan ada tiga cara yang disebut dengan 3E, yaitu Education, Engineering, dan Enforcement.

"Jadi awalnya kita sampaikan lewat kampanye-kampanye menarik. Kemudian engineeringnya jka ada yang melanggar rambu misalnya, diberi pagar. Enforcement adalah denda, sanksi, atau hukuman bagi yang melanggar," katanya.

Mental masyarakat juga harus diperbaiki karena semakin banyak warga yang tidak patuh bahkan untuk hal sesederhana antre.

"Mungkin juga karena kurangnya budaya menghormati dan kadangkala masyarakat tidak sabaran dan ingin menang sendiri," tutupnya. (Surya/Neneng Uswatun Hasanah)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved