ABG 16 Tahun Otaki dan Pimpin Bandit Jalanan di Kota Surabaya

YL usianya masih 16 tahun, tapi sepak terjangnya dalam kejahatan jalanan membuat kita tercengang.

Penulis: Fatkhul Alamy | Editor: Yoni Iskandar
TribunJatim/Fatkhul Alami
Kapolsek Tegalsari, Kompol Noerijanto (kiri) menunjukan barang bukti hasil kejahatan yang dilakukan lima bandit jalanan, Selasa (25/4/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - YL usianya masih 16 tahun, tapi sepak terjangnya dalam kejahatan jalanan membuat kita tercengang.

Anak baru gede (ABG) asal Jl Kupang Barat Surabaya ini sedikitnya sudah melakukan penjambretan di lima lokasi di Surabaya.

ABG lulusan SD itu juga merupakan otak sekaligus pemimpin komplotan yang beranggotakan lima orang. YL biasa dierasksi bersama M Sholeh,(19) , asal Jl Kupang Gg Langgar, Andy Prasetya Putra (21) dan Rianto (21), Rizky Saful Anwar (20) ketiganya asal Jl Dukuh Kupang Gg Lebar.

Komplotan YL terakhir kali beraksi di Jl Kartini Surabaya, Kamis (20/4/2017) malam. Saat itu tersangka YL dibonceng Soleh memakai motor Honda Vario L 6983 ML dan merampas handphone (HP) milik seorang mahasiswi.

"Setelah HP dirampas, korban berani berteriak jambret dan melakukan pengejaran," tutur Kapolsek Tegalsari Surabaya, Kompol Noerjanto didampingi Panit Reskrim Iptu Abidin kepada TribunJatim.com, Selasa (25/4/2017).

Baca: Duh, Masih Pelajar SMP Sudah Menjambret 18 Kali di Jalanan Surabaya

Teriakan jambret korban didengar tim Anti Bandit Polsek Tegalsari yang sedang patroli dan melakukan pengejaran. Lima pelaku akhirnya dibekuk di Jl Diponegoro, Surabaya.

Para pelaku sudah menjadi kelompok terorganisir dan punya peran masing-masing. Ad yang berperan sebagai joki, eksekutor dan pengawal.

"Tersangka YL dan masih anak-abak perannya sebagai eksekutor. Biasanya sasarannya adalah wanita dan dilakukan di atas jam 22.00 Wib," terang Noerijanto kepada TribunJatim.com.

Komplotan ini sedikitnya sudah melakukan kejahatan lima kali. Seperti di daerah Benowo, Sukomanunggal, Lakarsantri, Gunungsari dan Jl Kartini Surabaya.

“Komlotan ini berkumpul di mulut gang dan YL kirim SMS (pesan singkat) ke teman-temannya dengan kode Joker," jelas Noerijanto.

Hasil penjualan dari barang penjambretan, langsung dipakai atau dijual kalau berupa barang.

"Kalau HP laku Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu," aku tersangka YL.

Setelah itu, yang dipakai untuk senang-senang dan pesta minuman keras bareng.

"Setekah dapat uang, ya beli minuman keras dan diminum bersama," aku YL.

Semua pelaku kini ditahanan di Polsek Tegalsari. Sedangkan barang bukti yang diamankan berupa satu HP merk Oppo 7 hasil kejahatan dan dua HP milik pelaku serta tiga sepeda motor milik pelaku, yakni Honda Vario L6983 ML, Honda Beat L 4857 WC dan Varip W 5484 BN. (Surya/Fatkhul Alamy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved