ACT Punya Alasan Sendiri, Kenapa Kirim 1000 Ton Beras Cepu dan Bojonegoro ke Somalia Afrika
Terkena musibah kelaparan dan kemarau panjang, bantuan 1000 ton beras kepada warga di Somalia, Afrika, disalurkan lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Alga W
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terkena musibah kelaparan dan kemarau panjang, bantuan 1.000 ton beras kepada warga di Somalia, Afrika, disalurkan lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Direktur ACT, Ahyudin menjelaskan alasan pihaknya memilih Somalia sebagai tujuan pemberian sumbangan dibanding negara lain.
"Menurut PBB, sejak 70 tahun yang lalu, tahun-tahun ini Somalia mengalami kelaparan terparah," ujar Ahyudin, Sabtu (29/4/2017).
Baca: Meski Rawan, ACT dan Samudera Indonesia Tetap Kirim 1000 Ton Beras ke Somalia Pakai Kapal
Selain Somalia, ACT juga mendistribusikan sumbangannya ke Sudan Selatan 20 persen, Nigeria 20 persen, dan Yaman 30 persen.
"Target kami 25.000 ton di tahun ini untuk didistribusikan ke empat negara tersebut," tambah Ahyudin.
Beras tersebut diperoleh dari pembelian di binaan ACT yang ada di Cepu dan Bojonegoro.
Ia juga mengatakan bahwa ACT membeli beras ke petani di harga yang wajar.
Menurut Ahyudin, petani pun akan lebih diuntungkan daripada menjualnya ke tengkulak.
"Kalau di pasaran harganya Rp 15 ribu per kilo," ucapnya.
Baca: Bantu 6000 Warga yang Kelaparan, Gus Ipul Pimpin Pemberangkatan 1000 Ton Beras ke Somalia
Ahyudin juga menambahkan beras yang dikirim ke Somalia adalah beras berkualitas bagus.
"Kita sendiri punya 1.000 petani binaan yang mengerjakan 350 hektar sawah," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/gus-ipul-bersama-direktur-act-ahyudin_20170429_144903.jpg)