Ungkap Penyebab Kebakaran Kantor Bank BTPN, Tim Labfor Telisik dari Serbuk Barang ini

Tim forensik akan menguji apakah bekas serbuk yang diteliti mengandung unsur lain.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Mujib Anwar
SURYA/AHMAD FAISOL
Tim Labfor Polda Jatim membawa abu bekas serbuk kusen, beberapa utas tali dan gagang pintu dari gedung BTPN Purna Bhakti yang terbakar, Senin (5/6/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Setelah sekitar dua jam lebih menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memeriksa semua sudut gedung Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Purna Bhakti Bangkalan, tim Labfor Polda Jatim membawa serbuk bekas kusen, beberapa utas kabel, dan gagang pintu gedung, Senin (5/6/2017).

Serbuk bekas kusen yang telah menjadi abu dan beberapa utas kabel itu dibawa para ahli forensik dari bilik teller I tepi barat. Keputusan membawa kedua barang tersebut karena diduga menjadi titik sumber api.

"Berdasarkan keterangan saksi, titik utama api berasal dari tempat teller. Oleh karena itu, abu bekas serbuk kusen yang terbakar dan kabel-kabel dibawa dari situ," ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo usai olah TKP.

Baca: BTPN Bangkalan Terbakar, Tim Labfor Polda Jatim Tiba di Lokasi

Ia menjelaskan, pihak forensik akan menguji apakah abu bekas serbuk kusen tersebut mengandung unsur lain seperti bahan bakar minyak atau murni hanya mengandung unsur kayu saja.

"Jika ada kandungan bensin atau solar, berarti (terbakarnya) karena ada unsur kesengajaan," jelasnya.

Kendati demikian, dari hasil kegiatan tim labfor bersama anggota Satreskrim Polres Bangkalan itu, pihak kepolisian belum bisa mengambil kesimpulan atas kebakaran gedung BTPN Purna Bhakti.

"Belum bisa ditarik kesimpulan sebelum hasil uji labfor diketahui," terang Anton.

Baca: Mau Buka Puasa, Pengusaha ini Tewas Tragis Dibacok Kawanan Geng Motor, Gara-garanya Sepele

Selain membawa abu bekas serbuk kusen dan beberapa utas kabel, tim labfor juga membawa gagang pintu gedung bank.

"Gagang pintu dibawa untuk mengetahui apakah ada kemungkinan lupa ngunci, terkumci, atau engsel rusak. Semua kami dalami dulu," pungkasnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved