Hasil Survei Indikator: Masyarakat Jatim Puas Dengan Kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur
Menjelang berakhirnya masa pemerintahan Soekarwo dan Saifullah Yusuf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada tahun depan, masyarakat ternyata c
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjelang berakhirnya masa pemerintahan Soekarwo dan Saifullah Yusuf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada tahun depan, masyarakat ternyata cukup puas dengan kedua figur tersebut.
Bahkan beradasar hasil survei yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia (Indikator), tingkat kepuasan masyarakat di Jatim terhadap dua pucuk pimpinan ini mencapai 72 persen.
"Evaluasi publik atas hasil kerja pemerintahan Provinsi Jawa Timur menunjukkan kondisi yang cukup positif," ujar peneliti Indikator, Hendro Prasetyo kepada Surya, Senin (12/6/2017).
Survei oleh Indikator tersebut dilakukan pada 3-7 Mei 2017 dengan menggunakan metode multistage random sampling.
Jumlah sampel sebanyak 819 orang dan margin of error survei ini sebesar -+ 3,5 persen serta tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Pada survei tersebut, tingkat kepuasan terhadap Pakde sebesar 72 persen. Sisanya, 18 persen mengatakan tidak puas. Sedangkan Gus Ipul, 72 persen mengatakan puas, dan 15 persen tak puas.
Dari berbagai sisi bidang pemerintahan, mayoritas masyarakat mengaku lebih baik. Mulai dari biaya ekonomi yang mayoritas jauh lebih baik (78 persen). Kemudian biaya pendidikan dan pengobatan juga mayoritas mengaku terjangkau (62 persen).
Infrastruktur dan pelayanan dasar pun demikian. Mulai dari kondisi keamanan dan ketertiban, kondisi puskesmas, hingga kualitas pelayanan pendidikan yang berada di angka 87 persen.
Baca: Habib Rizieq Mengaku Dapat Visa Unlimited, Ditjen Imigrasi: Nggak Ada Itu
Kemudian, ketersediaan air bersih bagi warga, ketersediaan barang kebutuhan pokok, dan pengadaan jaringan listrik bagi warga juga cukup tinggi dengan kisaran 85-86 persen.
Sedangkan, beberapa masalah mendesak dan utama di jawa Timur yang berada di urutan pertama adalah harga kebutuhan pokok (32 persen). Kemudian ada kemisikinan (15 persen), susah mencari lapangan kerja (13 persen), dan banjir (9 persen).
Menurut Hendro, positifnya tingkat kepuasan masyarakat saat ini akan menjadi modal positif bagi wakil gubernur saat ini untuk maju pada pilkada mendatang. "Tentu, setiap program positif yang dikeluarkan oleh pemerintah selalu berjalan berdampinagn, antara gubernur dan wakilnya. Tanpa adanya masalah-masalah yang menonjol, prestasi di antara keduanya tak mungkin dipisahkan," pungkas Hendro. (Surya/Bobby Koloway).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pakde-karwo-dan-gus-ipul_20170531_064501.jpg)