Tradisi Nyadran Bikin Harga Bunga Mawar Naik Sangat Fantastis

Menjelang lebaran, masyarakat selalu menjalankan tradisi "nyadran" atau ziarah ke makam.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Mujib Anwar
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Para penjual kembang di Pasar Sleko, Madiun, Jumat (23/6/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga kembang atau bunga naik hingga empat kali lipat.

Momen menjelang lebaran, biasanya dipakai masyarakat untuk menjalankan tradisi "nyadran" atau ziarah ke makam.

Di Pasar Sleko, Kota Madiun misalnya, harga bunga mawar satu "pethuk" atau sekitar 2 kg yang biasanya Rp 50 ribu, kini naik menjadi Rp 250 ribu.

Sementara untuk harga bunga kenanga, yang pada hari biasa harganya Rp 15 ribu hjngga Rp 25 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 150 ribu per kilogram.

Baca: Bus Mira Ugal-ugalan Dicegat Mobil Polisi Jadi Viral, Netizen Sebut Sopir Bego

Seorang pedagang kembang, Sirum (45) mengatakan, kenaikan seperti itu memang wajar terjadi setiap menjelang puasa dan menjelang lebaran.

Permintaan atau kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap bunga untuk keperluan ziarah makam, menyebabkan terjadi kelangkaan barang. Sehingga harga bunga menjadi mahal.

"Ya biasanya memang naik seperti ini, setiap tahun. Pokoknya kalau musim jumat legi, dan lebaran, pasti naik harganya," kata Sirum (45) saat ditemui, Jumat (23/6/2017) sore.

Baca: H-2 Lebaran, Jalur Ngantru-Kediri Terpantau Lancar, Penumpang Bus Hanya Naik Tipis

Menurut Sirum, sejumlah pedagang kembang di Madiun, membeli kembang dari Magetan dan Solo.

"Ngambilnya dari Magetan dan Solo," jelasnya.

Rata-rata pembeli membeli sepaket kembang seharga Rp 15 ribu, berisi sepuluh kembang mawar, tiga kembang kenanga dan segenggam daun pandan serut.

Sementara itu, pedagang lain Kamirah (50) mengatakan, masyarakat sudah mulai ramai membeli kembang sejak Rabu (21/6/2017) kemarin.

Diperkirakan masih akan terus ramai hingga lebaran nanti.

Baca: Tidur Diatas Tumpukan Uang Sekasur, Video Lurah Nono Viral di Jagad Sosmed

Namun, Kamirah mengeluh sepinya pembeli pada lebaran tahun ini. Jika dibandingkan pada lebaran tahun sebelumnya, pembeli kembang pada tahun ini menurun.

"Tahun ini sepi, lebih ramai tahun lalu," ucapnya. (Surya/Rahadian Bagus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved