Polda Jatim Tingkatkan Pengamanan, Polisi Yang Tidur Saat Jaga Akan Dihukum

Pasca teror anggota Brimob di masjid Mabes Polri, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar lebih meningkatk

Tayang:
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Yoni Iskandar
Istimewa
Mayat terduga teroris yang tewas ditembak setelah membunuh satu polisi yang berjaga 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasca teror anggota Brimob di masjid Mabes Polri, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar lebih meningkatkan pengamanan, baik anggota dan markas juga masyarakat.

"Kami sudah lama menginstruksikan pada seluruh jajaran. Pokoknya harus all out pengamanan dirinya, kesatuannya maupun masyrakat, individu, pos pam pos pam maupun di Polsek, Polres. Polda harus wajib menjaga keamanannya, meningkatkan kewaspadaannya," tandas Irjen Machfud Arifin, Sabtu (1/7/2017).

Dalam pengamanan ini, perwira dengan pangkat dua bintang di pundak akan menurunkan seluruh jajarannya, baik itu dari Brimob atau Propam. Hal yang dilakukan itu untuk memeriksa secara tertutup terhadap anggota yang bertugas.

"Kami akan melihat dan mengecek Polsek maupun Polres. Apabilanada anggota yang tidur akan saya tindak keras. Begitu pula kalau ketahuan tidak waspada, tidak meningkatkan pengamanan dirinya juga akan ditindak," tegasnya.

Kapolda juga menginstruksikan kepada anggota yang memiliki izin menggunakan senjata api (senpi) untuk senantiasa membawa senpi saat bertugas. Namun anggota diimbau agar tidak terlalu paranoid dengan orang lain.

"Kewaspadaan penting, tapi harus tetap punya tugas mengayomi, melindungi masyrakat, dan melayani masyarakat. Lantas Jangan ada orang mau bertanya, anggota waspada," tambahnya.

Di tempat umum, Irjen Mahcfud memerintahkan kepada seluruh anggota kepolisian agar tetap melakukan kewaspadaan terhadap siapapun.

Polisi, kata kapolda berwenang menghentikan orang untuk menanyakan identitas orang. Tapi tetap dengan cara yang santun dan sopan.

"Saya perintahkan agar tetap waspada terutama orang yang tidak dikenal, tahu tahu datang bawa ransel, itu pasti harus ditanya. Kalau ditanya kemudian lari ya patut dicurigai, kata Irjen Machfud Arifin.

Baca: Cegah Radikalisme, Ini yang Akan Dilakukan Aparat Kepolisian di Malang

Sementara itu, selama arus mudik - balik Lebaran, kondisi jalan raya relatif lancar dibanding wilayah lain. Seperti Jabar, Jateng dan Jakarta yang mengalami kemacetan hingga 13 KM. "Alhamdulillah Jatim cenderung sepi," terangnya.

Yang patut diwaspadai pascalebaran adalah di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi - Gilimanuk (Bali). Karena setelah libur panjang khawatir arus barang yang akan menuju ke Bali maupun ke Nusa Tenggara, akan membludak. "Distribusi barang yang sudah numpuk lama, rame rame berbondong bondong mau ke Bali ke NTT dan sebagainya," jelasnya.(Surya/ Anas Miftakhuidin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved