Dewan Lihat Kejanggalan Pembangunan Taman Pecut Kota Blitar
Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Agus Zunaedi menyesalkan bocornya dinding kolam air mancur Taman Pecut Merdeka.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Agus Zunaedi menyesalkan bocornya dinding kolam air mancur Taman Pecut Merdeka.
Padahal, taman yang menghabiskan dana APBD Rp 8,2 miliar itu belum genap satu bulan diresmikan Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar.
"Secepatnya kami akan klarifikasi masalah itu ke DLH. Masak taman yang dibangun dengan dana miliaran sudah bocor, padahal baru diresmikan," kata Agus, Kamis (6/7/2017).
Ketika peresmian 22 Juni 2017 lalu, kata Agus, beberapa anggota dewan yang hadir di acara itu tahu kondisi dinding kolam sudah bocor. Tingkat kebocoran belum parah. Tapi, air kolam terlihat merembes keluar.
Menurutnya, beberapa anggota dewan sempat memoto rembesan air di dinding kolam.
Dari awal, Agus melihat ada kejanggalan dalam proyek pembangunan taman itu. Persoalannya, komisi III sempat meminta desain perencanaan pembangunan taman ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetapi tidak dikasih. Proses pembangunan taman juga terkesan tergesa-gesa hanya mengejar cepat selesai.
Informasi yang diperoleh menyebutkan saat peresmian kondisi taman sebenarnya belum siap. Air mancur menari di taman belum bisa menyala secara otomatis. Pengoperasian air mancur dilakukan secara manual.
Ada petugas yang menggoyang-goyangkan air mancur agar terlihat seperti orang menari. Petugas yang menggoyang-goyangkan air mancur harus berendam di dalam kolam.
Agus juga menyesalkan pengoperasian air mancur menari yang tidak dilakukan setiap hari. Menurutnya, kondisi taman hanya seperti tempat terbuka yang diberi tempat duduk dan gazebo kalau air mancurnya tidak dinyalakan.
"Kalau air mancurnya tidak dinyalakan taman itu kayak tanah lapang, tidak ada apa-apanya. Kami akan panggil DLH dan pelaksana proyek untuk klarifikasi masalah ini," ujar Agus.
Baca: Tiga Kali Menjabat Jadi Bupati Sampang, Ini Makna Sujud Syukur Fadhilah Budiono Usai Dilantik
Kepala DLH Kota Blitar, Pande Ketut Suryadi belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Saat Surya datang ke kantor DLH, petugas berseragam Satpol PP yang berjaga di resepsionis mengatakan kepala dinas sedang keluar.
"Pak kepala dinas keluar, kabidnya juga tidak ads," kata petugas itu. Lalu Surya berusaha menghubungi nomor ponsel Pande, tapi juga tidak aktif.
Sebelumnya diberitakan, bangunan dinding kolam air mancur di Taman Pecut sudah bocor. Dinding kolam yang bocor berada di sisi timur. Kebocoran dinding kolam terlihat menyebar di beberapa titik.
Air kolam terlihat merembes lewat sela-sela tumpukan batu yang menjadi bahan dinding kolam.
Pekerja terlihat sedang menambal rembesan dinding menggunakan selotip. Petugas memasang selotip di sela-sela tumpukan batu yang menjadi dinding taman. Tetapi, air kolam tetap merembes lewat celah tumpukan batu. (Surya/ Samsul Hadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/air-mancur-di-taman-pecut-merdeka-kota-blitar_20170705_171959.jpg)