Tim Dinkes Kediri Bakal Datangi Penderita Jiwa yang Cekik Neneknya Hingga Tewas

Tim Dinkes Kabupaten Kediri bakal mendatangi rumah Beni Zakaria (30), penderita jiwa yang mencekik neneknya hingga meninggal. Dari hasil kunjungan bak

Tim Dinkes Kediri Bakal Datangi Penderita Jiwa yang Cekik Neneknya Hingga Tewas
Surya/Didik Mashudi
surya/istimewa Beni Zakaria penderita jiwa yang mencekik neneknya hingga meninggal bersama ibunya Ny Rodiah di rumahnya Desa Karanganyar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.. 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Tim Dinkes Kabupaten Kediri bakal mendatangi rumah Beni Zakaria (30), penderita jiwa yang mencekik neneknya hingga meninggal. Dari hasil kunjungan bakal menentukan apakah penderita perlu dirujuk ke rumah sakit jiwa.

"Nama Beni sudah masuk data base penderita jiwa dan rutin minum obat. Besok kami akan kunjungi rumahnya untuk menentukan perlu dirujuk atau tidak," ungkap Arwani, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri kepada Surya, Kamis (6/7/2017).

Beni Zakaria membuat heboh sekaligus khawatir dan resah warga Desa Karanganyar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Masalahnya Beni telah mencekik neneknya Mbok Paini (70) hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Kasus yang menimpa Mbok Paini sejauh ini tidak dilaporkan kepada aparat kepolisian. Mengingat pelakunya cucunya sendiri yang selama ini menderita gangguan kejiwaan.

Sementara kronologi kasus yang mengakibatkan Mbok Paini meninggal bermula setelah selesai berwudhu di kamar mandi. Korban kemudian dicekik Beni Zakaria lalu dilempar ke arah tumpukan kayu.

Baca: Masih Bau Kencur, Gadis Ini Sudah Diperkosa Tetangganya, Modus yang Dilakukan Pelakunya Bikin Muntab

Akibat dicekik dan dilempar cucunya, Mbok Paini mengalami luka di bagian dada lebam-lebam. Korban sempat dirawat di rumah lalu dirujuk ke rumah sakit dan meninggal pada Sabtu (1/7/2017).

Pasca kejadian, pelaku Beni sudah ditangani oleh petugas dari puskesmas yang memberikan suntikan obat penenang. Pihak keluarga sendiri berharap Beni dapat dirujuk untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit jiwa.

Sementara Giyanto, Kaur Umum Desa Karanganyar menjelaskan, Beni beberapa tahun silam pernah dirujuk ke RSJ Lawang. Namun setelah dirawat beberapa minggu dipulangkan lagi.

"Masyarakat dan pihak keluarga sendiri memang berharap Beni segera dirujuk ke rumah sakit jiwa dan mendapatkan perawatan. Masalahnya kalau kumat suka mengamuk," jelasnya.

Apalagi selama ini Beni juga sulit mengonsumsi obat penenang yang diberikan petugas puskesmas. Sedangkan kesukaannya mengonsumsi minuman suplemen.(Surya/ Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved