Jenazah Mahasiswa Gontor magelang ini Diterbangkan Ke Makasar
Harianto pengasuh pondok pesantren Gontor Putra Kediri menjelaskan peristiwa kecelakaan maut yang menimpa santri Gontor IV Magelang merupakan musibah.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Harianto pengasuh pondok pesantren Gontor Putra Kediri menjelaskan peristiwa kecelakaan maut yang menimpa santri Gontor IV Magelang merupakan musibah.
"Mereka (korban) mau ketemu di acara pernikahan di Pare sekalian mau silaturahmi," ujar Harianto ditemui SURYA di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, Jumat (7/7/2017).
Menurut Harianto, tiga jenazah sudah dibawa pulang ke kampung halamannya masing-masing.
Baca: Korban Laka Maut Mahasiswa Gontor Asal Bulukumba Makasar Diterbangkan Malam Ini
Dari informasi yang dihimpun jenazah Hidayatus Sholihin (20) telah dibawa ke kampung halaman ke Karawang 19.30 WIB.
Sedangkan jenazah Fikri Abdullah (20) asal Jember juga sudah diambil pihak keluarga.
Bahkan, jenazah Andi Antrian Fitriawan dalam perjalanan menuju ke Bandara Juanda untuk diterbangkan ke daerahnya di Bulukumba Makasar.
"Malam ini juga sudah dibawa ke Juanda. Pihak keluarga di Makasar juga sudah siap untuk menjemput," ungkapnya.
Kerabat korban Andi Antrian Fitriawan bernama Eni mengatakan mengenal korban sebagai sosok pemuda yang baik dan santun. Ia tak menyangka keponakannya itu meninggal dunia dengan cara yang tidak lazim.
Baca: Inilah Kronologi Kecelakaan Maut Yang Menewaskan Santri Gontor VI Magelang
"Keluarga di Makasar sudah berada di bandara menunggu kedatangan jenazah," jelasnya.(Surya/ Mohammad Romadoni).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-nganjuk-peti-jenazah-mahasiwa-gontor_20170707_213928.jpg)