Kekurangan Siswa, SMAN 1 Kademangan Blitar Hapus Jam Mengajar Guru dari Sekolah Lain

SMAN 1 Kademangan terpaksa mengurangi jumlah rombongan belajar (rombel) karena tidak memenuhi pagu pada pendaftaran PPDB tahun ini. Jumlah rombel yang

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/SAMSUL HADI
Sejumlah siswa yang diterima dalam pendaftaran online gelombang dua melakukan daftar ulang di SMAN 1 Kota Blitar, Rabu (12/7/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - SMAN 1 Kademangan terpaksa mengurangi jumlah rombongan belajar (rombel) karena tidak memenuhi pagu pada pendaftaran PPDB tahun ini. Jumlah rombel yang sebelumnya 10 kelas, kini berkurang menjadi delapan kelas.

“Jumlah rombelnya kami kurangi dari 10 kelas menjadi delapan kelas. Itupun tiap kelas diisi 30 siswa, tidak 36 siswa,” kata Kepala SMAN 1 Kademangan, Eddy Budiono, Kamis (13/7).

Pagu PPDB di SMAN 1 Kademangan tahun ini 360 siswa dengan 10 rombel. Jumlah siswa tiap rombel sebanyak 36 siswa. Penerimaan siswa melalui dua jalur yakni offline dan online.

Pada jalur PPDB offline, SMAN 1 Kademangan sudah menerima 138 siswa. Kekurangan sebanyak 222 siswa diterima lewat pendaftaran jalur online. Tetapi, dalam pendaftaran jalur online gelombang pertama, SMAN 1 Kademangan tetap tidak memenuhi pagu.

Dari 222 siswa yang dibutuhkan hanya terisi 86 siswa. Berarti masih kekurangan 136 siswa. Lalu, SMAN 1 Kademangan membuka lagi pendaftaran online gelombang dua. Lagi-lagi, di pendaftaran jalur online gelombang dua, sekolah itu tetap tidak memenuhi pagu.

Dari 136 siswa yang dibutuhkan hanya terisi 19 siswa. Sampai sekarang sekolah itu masih kekurangan sebanyak 117 siswa.

Baca: Khusus Sekolah di Wilayah 3T, Pemprov Jatim Izinkan Masa PPDB SMA/SMK Diperpanjang

Dengan berkurangnya jumlah rombel, Eddy harus menata ulang jam mengajar guru. Ia memastikan jam mengajar para guru di SMAN 1 Kademangan tidak akan berkurang. Para guru yang sudah sertifikasi tetap bisa memenuhi 24 jam mengajar selama seminggu.

Cara menyiasatinya, sekarang SMAN 1 Kademangan tidak menggunakan tenaga guru dari sekolah lain.

Sebelumnya, SMAN 1 Kademangan menerima guru dari sekolah lain yang masih kekurangan jam mengajar untuk mengajar di sekolah itu. Sekarang, semua jam mengajar diisi oleh guru di sekolah itu.

“Mulai ajaran baru ini kami sudah tidak menerima guru sekolah lain mengajar lagi di sini. Jam mengajarnya cukup diisi guru sini saja,” ujar Eddy.

Sebelumnya, operator PPDB Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Blitar, Suryadi mengatakan tidak akan membuka pendaftaran baru lagi. Bagi sekolah yang belum memenuhi pagu akan dibiarkan begitu saja dengan kondisi yang ada. Dari 11 SMA negeri di wilayah Blitar, hanya SMAN 1 Kademangan yang tidak memenuhi pagu dalam PPDB tahun ini.

Tak hanya itu, sejumlah SMK negeri juga banyak yang belum memenuhi pagu. Beberapa jurusan di SMK negeri yang baru dan belum familiar masih sepi peminat. Seperti di SMKN 2 Kota Blitar masih kurang 70 siswa, SMKN 3 Kota Blitar masih kurang 102 siswa, dan SMKN 1 Kota Blitar masih kurang 20 siswa. (Surya/ Samsul Hadi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved