Ibadah Haji 2017
Mojokerto Jadi Daerah Peyanggah, Baru 4 CJH Yang Diberangkatkan,Packing Cuma 5 Jam
Hanya lima jam buat Haris Kurniawan untuk mempersiapkan segala keperluan selama menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah.
Penulis: Rorry Nurmawati | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Hanya lima jam buat Haris Kurniawan untuk mempersiapkan segala keperluan selama menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah.
Ya, laki-laki 48 tahun ini merupakan jamah haji di kloter 58 yang direncanakan akan berangkat pada tanggal 17 Agustus mendatang.
Namun tiba-tiba saja, keberangkatan itu harus maju dari jadwal karena adanya kekosongan kursi dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Berangkat bersama Elis Herawati istrinya, sejak Minggu (31/7/2017) malam keduanya disibukkan dengan mempacking semua barang-barang yang dibutuhkan.
Dibantu sanak keluarga, pasutri ini tidak sempat menyiapkan segala sesuatu yang spesial selama menunaikan ibadah haji.
"Saya belum tidur sejak semalam karena menyiapkan ini. Ya bagaimana lagi, dikabarinya mendadak, semuanya serba mendadak, jadi seadanya yang dibawa. Yang penting barang-barang wajib saja. Karena mikirnya berangkat masih tanggal 17 Agustus, jadi sempat ngentengi," kata Haris, Senin (31/7/2017).
Pasutri yang memiliki tiga orang anak ini, merupakan jamaah haji secara mandiri yang telah dijadwalkan berangkat pada pertengahan bulan Agustus.
Namun karena ada open sheet untuk daerah peyanggah, maka Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto mendahulukan para calon jamaah haji yang terdaftar secara mandiri.
"Jadi, sejak awal sudah ada surat dari Kementerian Agama Provinsi, bahwa di Jatim ada Kab/kota yang dijadikan sebagai daerah penyanggah. Salah satunya Kabupaten Mojokerto. Jadi ada Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan baru Mojokerto. Kloter krusial itu ada di kloter pertama sampai dua puluh, lima hari setelah keberangkatan," kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali.
Baca: Jalani Pemeriksaan Kesehatan Ulang, Delapan Calon Jamaah Haji Terpaksa Dirujuk ke RSU Haji Surabaya
Di kloter pertama sampai tiga, Kemenag Jatim membuka open sheet sebanyak 173. Sedangkan di kloter 13, sebanyak 20 open sheet. Sayangnya, dari jumlah tersebut Kemenag Kabupaten Mojokerto baru bisa memberangkat empat orang saja. Hal ini dikarena masih ada calon jamaah haji yang mengalami beberapa kendala.
"Banyak kendala yang dialami jamaah haji kita, misalnya seperti ijin cuti yang tidak bisa mendadak, kemudian visa yang belum selesai dan packing koper. Jadi sampai saat ini, kami baru memberangkatkan empat orang saja dari Kabupaten Mojokerto," jelasnya.
Untuk itu, upaya yang telah dilakukan oleh Kemenag Kabupaten Mojokerto adalah dengan memberikan informasi sejak dini kepada calon jamaah haji, supaya lebih dini mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan selama berada di Mekkah.
"Kami sudah informasikan kepada semua calon jamaah haji bila Kabupaten Mojokerto menjadi daerah penyanggah, sehingga mereka lebih awal unyuk persiapan. Dan tidak menutup kemungkinan, selain jamaah haji mandiri imbas dari ini juga merambah ke jamaah yang tergabung dalam KBIH," terangnya. (Surya/Rorry Nurmawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-mojokerto-jamaah-haji-mojokerto_20170731_172450.jpg)