Liga Indonesia
Walaupun Kecewa, Pelatih Persema 1953 Hormati Segala Keputusan Wasit
Pelatih Persema 1953 mengaku menghormati segala keputusan wasit walaupun merasa kecewa.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Agustina Widyastuti
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pelatih Persema 1953, Jonathan mengaku bahwa performa anak asuhnya saat melawan Arema Indonesia pada laga yang digelar kemarin, Rabu (2/8/2017), memang kurang bagus.
"Organisasi tim sangat kurang, akan kita benahi dan kita evaluasi lagi untuk dipertandingan berikutnya," ujar Jonathan kepada TribunJatim.com, Kamis (3/8/2017).
( Laga Kontra Persema 1953, Pelatih Arema Indonesia Mengaku Merasa Dirugikan Wasit )
Menurut Jonathan, hal tersebut karena dirinya masih seminggu memegang tim tersebut sehingga belum banyak persiapan.
Pada pertandingan tersebut, wasit sudah membubarkan pertandingan sejak menit ke-81 karena banyaknya protes dari kedua tim dan suporter yang masuk lapangan.
"Dari aparat mungkin kurang dan suporter banyak yang masuk lapangan, mungkin takutnya kalau pertandingan dilanjutkan akan berbahaya bagi semua perangkat pertandingan," tutur Jonathan.
Jonathan mengatakan bahwa Persema 1953 tetap menerima keputusan wasit walaupun kecewa.
( Laga Persema VS Arema Indonesia Dihentikan, Persema 1953 Tak Mau Protes )
Kekecewaan Jonathan adalah ketika wasit memberikan tendangan bebas yang berbuah gol untuk Arema Indonesia.
"Seharusnya tidak pelanggaran karena yang kena kan bolanya, bukan pemainny. Ya kita juga tidak protes," ungkap Jonathan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pertandigan-persema-1953-lawan-arema-indonesia-yang-berakhir-ricuh_20170803_220730.jpg)