VIDEO: Alat Buatan Mahasiswa UMS yang Bisa Memproduksi Garam dari Air Laut
Pelita itulah nama alat yang diciptakan mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS).
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Manik Priyo Prabowo
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelita itulah nama alat yang diciptakan mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS).
Alat pengembangan mahasiswa ini mampu mengubah air laut menjadi air tawar dan mampu menghasilkan garam.
Teknologi terkini yang menggunakan solar cell, inverter, batre aki dan kompor listrik ini diciptakan dengan harapan bisa membantu petani garam.
"Dari percobaan satu jam air laut 200 mililiter (ml) mampu diubah menjadi 180 ml air tawar dan 10 gram garam putih," jelas Zainal Abidin mahasiswa pengembang alat Pelita kepada TribunJatim.com saat uji coba mesin pengubah air di halaman kampus UMS, Jalan Mulyorejo, Surabaya, Jatim, Jumat (4/7/2017).
Menurut penjelasan Zainal, siapapun bisa membuat alat ini.
Menggunakan alat Solar Cell untuk menangkap tenaga mataharibalat ini kemudian menyimpan listrik dari AC ke DC melalui inverter.
Selanjutnya listrik tersimpan di batre aki dan listrik dialirkan ke kompor listrik.
Usai panas, kompor listrik yang di atasnya terdapat panci tertutup rapat yang tutupnya diberi lubang untuk mengeluarkan uap.
Uap kemudian mengalir di selang yang didinginkan menggunakan air dan kemudian uap yang mencair akan mengalir ke tempat penampungan air tawar.
Selain bisa dipakai pemerintah dan petani garam untuk solusi pembuatan garam.
Alat yang mampu bekerja meski pada kondisi langit mendung ini juga bisa digunakan militer dan dunia perkapalan.
Begini cara kerja alatnya:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-manik-ums_20170804_153424.jpg)